NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Setiap daerah memiliki cerita tentang bagaimana ia tumbuh. Begitu pula Kabupaten Pulang Pisau. Tepat 24 tahun sejak resmi berdiri sebagai daerah otonom, kabupaten yang dikenal dengan hamparan lahan pertanian dan bentang alam rawa itu terus menapaki perjalanan pembangunan dengan berbagai dinamika yang menyertainya.
Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Di tengah tantangan ekonomi nasional dan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau tetap berupaya menjaga ritme pembangunan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan bukan hanya soal berdirinya gedung-gedung baru atau bertambahnya panjang jalan. Pembangunan juga berarti memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, anak-anak dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas, serta roda perekonomian masyarakat terus bergerak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pulang Pisau, Bakhzar Efendi, mengatakan pihaknya terus mengawal pelaksanaan visi dan misi Bupati Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta agar tetap berjalan sesuai arah pembangunan daerah.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak mengubah prioritas pemerintah daerah terhadap pelayanan dasar masyarakat.
“Pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Itu adalah layanan dasar yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Bakhzar menegaskan, berbagai program strategis tetap dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Salah satunya pembangunan konektivitas menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat agar aktivitas ekonomi terus berkembang.
Di balik pembangunan infrastruktur, pemerintah juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia. Fasilitas kesehatan ditingkatkan, pelayanan rumah sakit dan puskesmas diperbaiki, tenaga kesehatan diperkuat, hingga berbagai program penanganan stunting dan kesehatan ibu serta anak terus dijalankan.
Pada sektor pendidikan, perhatian juga diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta kualitas pembelajaran. Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi denyut kehidupan masyarakat Pulang Pisau. Hamparan sawah yang membentang di sejumlah kecamatan menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui berbagai program seperti food estate dan cetak sawah rakyat yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional, pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada para petani agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka semakin baik.
Di usia yang ke-24 tahun, tantangan pembangunan semakin kompleks. Karena itu, pemerintah daerah terus membenahi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi layanan publik, peningkatan transparansi, dan penguatan akuntabilitas agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan responsif.
Bagi Bupati Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, pembangunan bukan sekadar mengejar capaian statistik. Lebih dari itu, pembangunan harus benar-benar menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat JAYA, Jujur, Amanah, Yakin, dan Aman menjadi pijakan dalam menjalankan roda pemerintahan. Di tengah berbagai keterbatasan, Pulang Pisau terus melangkah dengan optimisme, menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi berbasis pertanian.
Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus pengingat bahwa membangun daerah adalah kerja bersama yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan semangat yang terus menyala demi mewujudkan Pulang Pisau yang semakin maju dan JAYA.(nw)
Reporter : Winda
