NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Asap masih mengepul di sejumlah titik lahan gambut Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya. Memasuki hari ketujuh penanganan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak 2 Juli 2026 belum juga sepenuhnya dapat dipadamkan. Hingga kini, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 31,5 hektare.
Berbagai unsur terus dikerahkan untuk mengendalikan api, mulai dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TNI-Polri, KPHP Kahayan Hilir, KPSHK, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan api kembali muncul pada Rabu (8/7/2026), sehingga tim gabungan harus melanjutkan operasi pemadaman di lapangan.
“Api hari ini kembali menyala dan dilakukan lagi pemadaman oleh tim gabungan,” ujar Herman.
Menurut Herman, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar. Meski sebagian titik sudah berhasil dipadamkan, bara api di bawah permukaan tanah masih berpotensi memunculkan titik api baru sehingga patroli dan pemantauan terus dilakukan.
Ia menjelaskan, sejak awal tahun hingga 6 Juli 2026, tercatat 50 titik panas di wilayah Kabupaten Pulang Pisau dengan total luas lahan terbakar mencapai 46,82 hektare. Dari jumlah tersebut, Desa Tumbang Nusa menjadi lokasi dengan dampak terluas, yakni sekitar 31,5 hektare.
Selain kondisi cuaca yang panas, proses pemadaman juga terkendala sulitnya mendapatkan sumber air serta medan yang dipenuhi semak belukar sehingga menyulitkan akses petugas.
Karena itu, Herman berharap dukungan seluruh masyarakat, termasuk doa agar hujan segera turun dan membantu proses pemadaman.
“Kami berharap seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan dan kekuatan. Semoga hujan segera turun sehingga bisa membantu memadamkan api di Tumbang Nusa,” katanya.
BPBD Pulang Pisau juga terus meningkatkan kewaspadaan di sejumlah kecamatan yang rawan karhutla. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak semakin meluas di tengah musim kemarau.
Di akhir keterangannya, Herman menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai pihak yang telah terlibat membantu penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mengendalikan kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. (nw)
Reporter : Winda
