Gubernur Kalsel Pimpin Rakor Penanganan Karhutla, Berbagai Upaya Dilakukan, Target 14 Hari Bisa Padam

26 Agustus 2026
Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H, Wamenko Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. dan sejumlah pejabat lain baik dari Dinas terkait maupun akademisi Unlam saat Rakor penaganan Karhutla. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Posko induk Polda Kalsel, Awang Paramuan, Landasdan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, Rabu (26/08/2026).

Rakor dipimpin langsung Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H, Wamenko Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., sejumlah PJU Polda Kalsel dan pejabat lain baik dari Dinas terkait maupun akademisi Unlam.

Dalam keterangannya kepada media, Gubernur Muhidin menyebut salah satu kendala utama saat ini adalah minimnya ketersediaan air untuk pemadaman di kawasan Pengayuan Landasan Ulin Selatan dan sekitarnya. 

“Kita selama ini tidak terpikir, baru kemarin terpikir dari bapak Kapolda itu, bahwa saat ini kondisi ketersediaan air  kurang. Dari kondisi itu pak Kapolda terpikir itu memakai bioflok,” ujar Gubernur kepada sejumlah media. 

Gubernur mengatakan bioflok berkapasitas ribuan liter itu akan ditempatkan di beberapa titik.

“Jadi kalau ada kebakaran kembali ini tentu airnya sudah bisa disiapkan. Karena di sini kekurangan air, jadi kita bagaimana untuk menyikapi masalah air siniyaitu dengan bioflok,” jelasnya. 

Selain itu, Gubernur juga mengintruksikan Dinas ESDM Provinsi Kalsel untuk melihat potensi air tanah hingga bisa dibuat sumur bor.

“Alhamdulillah, dinas ESDM sudah menemukan titik yang bisa dibikin sumur bor dengan kedalaman sekitar 40 meter. Sumur itu bisa menghasilkan air 5 kubik per detik,” terangnya.

Gubernur juga meminta masyarakat aktif melapor jika melihat titik api.

“Jadi masyarakat sekali lagi sangat menolong kalau ada api yang besar itu memberikan tahu kepada petugas,” katanya. 

Gubernur mengatakan Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalsel bersama TNI-Polri dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan karhutla di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

“Targetnya 14 hari kedepan penaganan Karhutla di Kota Banjarbaru bisa selesai,”ujarnya yang juga diaminkan Menko Pangan, Hanif Faisol.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog