Usai Rakor bersama Wamenko Pangan dan Gubernur, Kapolda Cek Embung X dan Bioflok

26 Agustus 2026
Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H saat mengecek ketersediaan air di embung X. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H  bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel meninjau Embung X dan Bioflok yang sudah terpasang untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan air apabila kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pengayuan dan Awang Paramuan kembali terjadi.

Kapolda juga mengatakan bahwa pada hari pertama sudah tujuh kolam bioflok dengan kapasitas 12 ribu liter air sudah terpasang disejumlah titik rawan karhutla.

“Setelah rapat koordinasi dengan pak Gubernur dan Wamenko Bidang Pangan saya langsung melakukan pengecekan sumber air dan juga mengecek bioflok yang sudah dipasang. Alhamdulillah untuk embung X meski debit airnya sudah agak surut namun masih memungkinkan sebagai cadangan,” jelasnya kepada newsway.co.id, Rabu, (26/08/2026) sore.

Menurut Yudha, ketersediaan air di wilayah Pengayuan berbeda dengan di Guntung Damar, ia mengatakan akses air di Pengayuan jauh lebih sulit, sehingga menyulitkan proses pemadaman dan pembasahan lahan apabila tidak dipasang bioflok untuk penampungan. 

“Jadi kami berupaya membuat inovasi karena di sini memang ketersediaan air berbeda seperti di Guntung Damar di sini agak lebih sulit untuk airnya,” ujarnya. 

“Kita mencoba membangun bioflok-bioflok ini mendekatkan air ini dengan titik-titik api sehingga upaya pemadaman kita pembasahan juga pembasahan lahan juga tidak terlalu sulit,” tambahnya. 

Yudha memastikan kolam-kolam tersebut sudah siap digunakan sedangkan untuk pemasangan selanjutnya akan ditentukan titik lokasinya bersama BPBD di area yang berpotensi dan rawan kebakaran hutan dan lahan. 

Selain itu Kapolda juga mengatakan, besok (Kamis-red) pihaknya dengan jajaran Disbunak Kalsel akan mengeruk sungai yang masih terdapat air di seputaran lokasi Awang Paramuan.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas terkait dalam hal ini Disbunak yang kebetulan ibu Kepala Dinas juga ikut Rakor bersama, besok akan dimulai pengerukan sungai. Dari informasi petugas dan telah dilaporkan masih ada potensi air yang bisa digunakan untuk mengisi bioflok,” tegasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog