NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Salah seorang tokoh masyarakat Banyumas, Anteng Cahyono ikut menyoroti diskusi persoalan rencana parkir di gerai modern seperti Alfamart dan Indomart yang dilaksanakan oleh Forum Banyumas Eling (FBE), Kompleks Menara Teratai, Purwokerto Rabu malam (9/9/2026).
Ateng menilai diskusi tersebut sangat penting dan mencerminkan kegelisahan yang tumbuh di tengah masyarakat luas.
Menurutnya, rencana penerapan kebijakan parkir gratis tidak boleh hanya dilihat dari sisi kemudahan bagi pengendara semata, namun juga harus mempertimbangkan dampak sosial yang timbul di lapangan.
“Kami sepakat bahwa kebijakan yang baik adalah yang membawa kesejahteraan bagi semua pihak, bukan justru mematikan mata pencaharian warga yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor perparkiran,” ujar Anteng usai diskusi.
Ia juga menekankan bahwa para juru parkir adalah golongan masyarakat kecil yang hidup sederhana, jika kebijakan diterapkan tanpa kajian mendalam dan solusi pengalihan yang jelas, dikhawatirkan akan menciptakan masalah sosial baru.
“Jangan sampai kemudahan yang dirasakan sebagian masyarakat justru harus dibayar dengan hilangnya harapan hidup layak bagi saudara-saudara kita yang menjadi juru parkir,” tegasnya.
Anteng juga mendukung usulan agar Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali mendengar suara dari akar rumput sebelum memutuskan kebijakan final.
“Kami berharap ada ruang dialog yang setara antara pemerintah, pihak pengelola usaha, dan masyarakat terdampak. Solusi yang diambil harus jelas, manusiawi, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat secara menyeluruh,” pungkasnya.
Ateng menegaskan pembangunan di Banyumas menggunakan uang rakyat, maka kebijakan pun harus berpihak pada rakyat.
“Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi wadah masukan berharga demi kemajuan daerah yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Suho
