Sejumlah Sekolah  SMP Alami Kerusakan Gedung, Disdik : “Salah Satu Pemicunya Lahan Gambut”

14 Oktober 2026
Kepala Bidang Sekolah Pertama Menengah (SMP) Dinas Pendidikan Banjarbaru, Tetty Anggraini didampingi stafnya saat memberikan keterangan seusai peninjauan SMPN 10. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Persoalan fasilitan sejumlah sekolah di Kota Banjarbaru ternyata masih sangat memprihatinkan, salah satunya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Banjarbaru, kondisi bangunan sekolah tersebut jauh dari kata layak.

Dari pantauan di lapangan, Selasa (13/10/2026) di beberapa titik, bagian atas bangunan tampak nyaris roboh.

Sejumlah ruangan juga mengalami kerusakan cukup memprihatinkan, sementara lantai di depan kelas terlihat amblas, hanya  keramik yang tersisa di beberapa titik.

Sasat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru, Siti Hidayati mengaku pihak sekolah telah beberapa kali mengadakan perbaikan, namun karena kontur bangunan dan panggung yang kurang maksimal, mengakibatkan struktur bawah bangunan kurang maksimal.

“Hentakan kaki anak-anak itu kan banyak, ratusan anak jadi bangunan tidak kuat menopang di beberapa bagian,” ujarnya.

Mengenai beberapa ruang kelas yang rusak, ia mengatakan siswa yang ada telah dipindahkan ke ruang lain.

“Kita pindahkan untuk ruang belajarnya, mengingat, lantai yang ada di dalam kelas telah amblas,” ucapnya.

Siti menegaskan kalau tidakdipindah ruang belajar, ditakutkan terjadiapa-apa dan siswa akan mengalami resiko yang tidak baik.

“Kalau yang ambles itu satu, dan sudah dapat anggaran untuk rapid (revitalisasi, red) tahun ini. Rapid-nya dari Kementerian. Dinas pendidikan, selalu melakukan pendampingan serta pemberian saran guna kegiatan perbaikan hingga perawatan,”bebernya.

Kepala Bidang Sekolah Pertama Menengah (SMP) Dinas Pendidikan Banjarbaru, Tetty Anggraini menyebut, setiap tahun pihaknya telah menganggarkan alokasi dana untuk proses rehabilitasi sekolah.

Rehabilitasi dianggarkan dibeberapa titik prioritas Disdik Banjarbaru. Hal ini dilakukan lantaran adanya keterbatasan anggaran.

“Kondisinya mungkin bisa dibilang hampir sama dengan SMPN 10, mungkin ada di beberapa titik seperti SMPN 4, SMPN 15 dan SMPN 11,” jelasnya.

Tetty juga menyoroti salah satu penyebab seringnya rusak bangunan karena kontur lahan sekolah yang berada di lahan Gambut.

“Memang rata-rata di lantai bawah, lantai bawah itu pasti selalu ada pergerakan dan hampir tiap tahun kami coba lakukan rehabilitasi,”pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog