Karhutla Besar Selimuti Banjarbaru dan Perbatasan Banjar, Kapolda “Akibat Kekurangan Surfaktan Pemadaman Harus Ekstra”

22 Oktober 2026
Tim Polda Kalsel saat melakukan pemadaman api di belakang KCG Kota Banjarbaru. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar disejumlah titik, Rabu (21/10/2026).

Peristiwa ini sempat memicu kabut asap pekat yang melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani sejak pagi hingga siang hari.

Di tengah kepulan asap, Kapolda Kalsel turun langsung berjibagi bersama anggota dan relawan melakukan penanganan di titik api kawasan belakang SPBU, tepatnya di lahan seberang kawasan KCG yang sebelumnya sempat membakar wilayah Kilometer 17 Jalan Ahmad Yani pada pagi hari.

Menurut Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, wilayahnya hari ini dihadapkan pada beberapa titik karhutla berskala besar, salah satunya di belakang SMA Banua Boarding School yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas akibat kabut asap tebal sejak pukul 10.00 hingga 11.00 WITA.

“Tadi yang ada di belakang SMA Banua Boarding School, itu pagi tadi sekitar pukul 10 sampai 11 sempat menutup jalan raya dan menghambat arus lalu lintas,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di lokasi pemadaman.

Berkat kesigapan tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta para relawan, titik api utama tersebut berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 WITA, meski sisa-sisa kabut asap masih menyelimuti kawasan sekitar.

Saat meninjau titik api susulan di belakang SPBU, Kapolda Kalsel membeberkan salah satu tantangan teknis yang dihadapi petugas di lapangan, pemadaman sempat menemui hambatan akibat keterbatasan persediaan cairan Surfaktan.

“Kendala kita, cairan surfaktan kita hari ini habis, jadi agak sulit kita untuk melakukan pemadaman,” ungkapnya blak-blakan.

Meski demikian, efektivitas cairan surfaktan terbukti sangat membantu proses pemadaman secara signifikan.

Kapolda menjelaskan, pemadaman tanpa surfaktan membutuhkan volume air yang jauh lebih besar dan waktu penanganan yang lebih lama, sebaliknya dengan campuran cairan tersebut mampu melumpuhkan api dengan cepat sekaligus meredam sisa asap yang mengepul.

“Tadi kita mencoba dengan pemadaman biasa saja, air yang kita gunakan cukup banyak dan memerlukan waktu yang agak lama dan ekstra. Namun tadi masih ada sisa-sisa sedikit dari cairan surfaktan, kita coba campur, alhamdulillah di lokasi ini dalam waktu yang cukup singkat bisa dipadamkan dan udaranya juga sudah dingin karena asapnya sudah tidak ada,” jelasnya.

“Jadi cairan ini selain memadamkan, juga menutup asap-asap yang bekas kebakarannya,” tambahnya.

Menindaklanjuti kendala tersebut, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan segera menggenjot produksi cairan surfaktan dalam skala lebih besar agar distribusi keesokan harinya dapat langsung disalurkan kepada seluruh satuan tugas di lapangan.

“Mudah-mudahan besok kita bisa produksi yang agak banyak, dan akan kita bagi kepada TNI, Polri, Relawan, serta BPBD yang melakukan pemadaman karena itu terbukti cukup efektif sore ini,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog