Besei Kambe Jadi Magnet HUT Pulang Pisau, Wabup: Lestarikan Budaya Sekaligus Cetak Atlet

10 Juli 2026
Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta menyerahkan Kayuh kepada Ketua Panitia Andriani tanda dimulainya prerlombaan. ( Foto : Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID,PULANG PISAU – Lomba Besei Kambe menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Olahraga tradisional khas Suku Dayak Ngaju ini tak hanya menyuguhkan adu kekuatan di atas air, tetapi juga menjadi simbol kekompakan dan pelestarian budaya dilaksanakan, Kamis, (9/7/2026).

Dalam perlombaan ini, dua regu mendayung perahu ke arah berlawanan. Tim yang mampu menarik lawannya melewati batas yang ditentukan keluar sebagai pemenang. Meski terlihat sederhana, Besei Kambe menuntut kekuatan, strategi, dan kerja sama yang solid.

Olahraga tradisional ini memiliki sejarah yang unik. Istilah “Besei Kambe” berarti “Dayung Hantu” atau arwah nenek moyang. Berdasarkan legenda masyarakat Dayak Ngaju, permainan tersebut terinspirasi dari kisah makhluk halus yang saling mendayung perahu ke arah berlawanan hingga perahunya terbelah karena kekuatan yang luar biasa.

Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta mengatakan, lomba Besei Kambe merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Ia mengapresiasi penyelenggaraan berbagai lomba olahraga tradisional yang dinilai mampu menjaga kelestarian budaya daerah.

“Besei Kambe bukan sekadar perlombaan, tetapi juga warisan seni dan budaya Dayak yang harus terus kita lestarikan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah menjaring bibit atlet yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi.

“Selain melestarikan budaya, melalui lomba ini kita juga mencari bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Pulang Pisau di ajang yang lebih tinggi,” ujar Jayadikarta.

Saat ini, Besei Kambe telah menjadi salah satu cabang olahraga tradisional unggulan Kalimantan Tengah dan rutin dipertandingkan dalam berbagai event besar, seperti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) maupun Handep Hapakat Fair.(nw)

Reporter : Winda

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog