NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Komunitas Ngreksa Bangsa resmi dibentuk dalam diskusi publik yang digelar di Kopi LUBER (Rumah Kebangsaan), Banyumas pada, Kamis malam (25/6/2026).
Pembentukan komunitas tersebut menegaskan komitmen gerakan akar rumput dalam mewujudkan “Ketahanan Budaya” sebagai pondasi Indonesia Raya.
Diskusi mengusung pernyataan sikap, “Akar Rumput Penjaga Indonesia”, penekanan ini menempatkan masyarakat desa, pelaku seni, pegiat, UMKM, guru, pemuda, dan keluarga sebagai subjek utama penjaga identitas bangsa.

Mantan Staf Kepresidenan Dimas Oki Nugroho mengatakan ketahanan sebuah negara diuji dari seberapa kuat akar budayanya.
“Jika budaya akar rumput mati, maka Indonesia Raya hanya tinggal nama. Negara harus hadir melindungi ruang hidup budaya, bukan menggantikannya,” terangnya.
Sementara itu sebagai generasi muda, Raditya Bagus seorang sinematografer dan konten kreator dari Djogja membagikan pengalamannya peserta yang hadir diajak untuk melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru.
“Ekonomi kreatif mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat identitas daerah, serta mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Erabolasi, dan Kolaborasi antara akdemisi, pemerintah, komunitas, media dan pegiat menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem yang kuat dan berdaya saing,” terangnya.
“Dokumentasi adalah bentuk perlawanan paling halus. Lewat film, foto, dan arsip digital, kita memastikan cerita-cerita dari desa tidak hilang ditelan zaman. Itu tugas kita sebagai penjaga memori bangsa,” tambahnya lagi.
Diskusi dimoderatori oleh Bambang Edi Sunarto – Pekerja Sosial Masyarakat Provinsi JawaTengah, yang juga Pengurus Yayasan Sanggar KAMULYAN Sinduredja, beliau menekankan pentingnya kerja kolektif di tingkat komunitas.
“Ngreksa_bangsa lahir dari bawah. Dari sanggar, dari warung kopi, dari orang-orang yang tiap hari merawat tradisi tanpa sorotan. Kopi LUBER jadi titik temu pertama kita,” ujarnya.
Dari diskusi tersebut akhirnya terbentuk tiga komitmen yang menjadi awal Komunitas Ngreksa Bangsa:
1. Ngreksa Ruang: Mengaktifkan Kopi LUBER dan sanggar-sanggar di Banyumas sebagai pusat belajar, berkarya, dan berjejaring budaya.
2. Ngreksa Generasi: Membina pemuda dan anak menjadi juru rawat tradisi, kreator konten budaya, dan pengelola ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
3. Ngreksa Jejaring: Membangun kolaborasi lintas komunitas di Jawa Tengah dan nasional untuk memperkuat ketahanan budaya bersama.
Ngreksa Bangsa adalah komunitas kolektif, komunitas ini berangkat dari kesadaran bahwa ketahanan budaya harus dirawat langsung oleh masyarakatnya sendiri, dari akar rumput.(nw)
Reporter : Suho
