Desa Bakau Berduka Atas Tewasnya Siti Hamsiah Akibat Serangan Buaya

17 November 2023
Korban Siti Hamsiah ditemukan tewas setelah diterkam buaya liar, dengan dua luka gigitan di paha sebelah kanan, Jumat (17/11). (Foto: Humas Polres Kotabaru)

NEWSWAY.ID, KOTABARU – Desa Bakau terguncang oleh tragedi memilukan ketika Siti Hamsiah, seorang Ibu rumah tangga berusia 53 tahun, ditemukan tewas akibat diterkam buaya di tepi Sungai Bakau, pada Jumat (17/11/2023).

Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 07.30 Wita, ketika Siti Hamsiah tengah mandi di sungai dekat rumahnya dan menjadi korban saat mencoba memperbaiki pipa mesin air yang tersumbat, saat itulah seekor buaya menyerangnya secara tiba-tiba.

Menantu korban, Hairullah, yang berada di dalam rumah pada saat kejadian, mendengar teriakan minta tolong dan langsung merespon kemudian bergegas ke sungai yang berjarak 20 meter dari rumah.

“Saat tiba di sungai, saya sempat melihat tangan beliau sebelum tenggelam dan akhirnya hilang,” ujarnya.

Warga segera berkumpul untuk mencari Siti Hamsiah menggunakan perahu dan alat seadanya.

“Pencarian berlanjut hingga sekitar pukul 11.20 Wita, ketika korban ditemukan kurang lebih 10 meter dari lokasi kejadian, sayangnya Siti Hamsiah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” bebernya.

disisi lain, Sekretaris Desa Bakau, Meilinda Roslinawati, sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Dengan terjadinya hal ini, secara tidak langsung bantaran sungai Bakau sudah tidak aman, padahal selama ini, masyarakat desa Bakau masih banyak melakukan aktivitas di sungai.

“Saya berharap kedepannya, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi, dan kejadian ini menjadi peringatan untuk kami semua warga desa Bakau,” ucapnya.

sementara itu, Kapolsek Pamukan Utara, Ipda Bambang Hariansyah, memberikan keterangan mengenai kejadian ini.

“Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban mengalami dua luka gigitan buaya di bagian paha sebelah kanan,” ujarnya.

Ipda Bambang juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat adanya habitat buaya liar di area tersebut.

“Desa Bakau berduka atas kehilangan Siti Hamsiah, dan semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)