DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Antisipasi Pengeringan Saluran Irigasi

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mengimbau para pembudidaya ikan yang memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk bersiap menghadapi rencana pengeringan saluran primer pada September hingga Oktober mendatang.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan DKPP Banjar, Apriyan Mindar Waspodo mengatakan, pengeringan dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pembersihan saluran irigasi. Langkah ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kerugian bagi para pembudidaya ikan.

“Melalui kegiatan pembersihan saluran irigasi ini tentu ada potensi dampak terhadap usaha budidaya ikan. Karena itu kami mengimbau para pembudidaya yang memanfaatkan air irigasi agar menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya, Jumat (6/03/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan rencana yang telah disusun, pengeringan total saluran irigasi akan dilaksanakan pada September hingga Oktober. Oleh karena itu, pembudidaya diharapkan dapat mengatur jadwal panen bagi ikan yang sudah layak jual sebelum periode pengeringan dimulai.

~ Advertisements ~

“Kami juga menginformasikan kepada pembudidaya agar ikan yang sudah siap panen bisa dijadwalkan untuk dijual lebih awal, sehingga tidak terdampak saat pengeringan berlangsung,” tuturnya.

Selain penyesuaian jadwal panen, pembudidaya juga diminta mempersiapkan sumber air alternatif atau penampungan air untuk menjaga keberlangsungan budidaya di kolam.

Apriyan menyebutkan, kebutuhan air ini sangat penting terutama bagi komoditas seperti ikan nila dan ikan bawal yang membutuhkan aliran air yang stabil untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Berbeda dengan ikan patin yang relatif lebih tahan meski tanpa aliran air yang terus-menerus.

“Jenis ikan seperti nila dan bawal sangat bergantung pada air yang mengalir, sehingga perlu persiapan penampungan air. Sementara ikan patin tidak terlalu bergantung pada aliran air,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi pengeringan saluran irigasi, DKPP Banjar juga mengimbau para pembudidaya untuk melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya:

  1. Mengatur kepadatan tebar ikan di kolam
  2. Melakukan panen parsial atau percepatan panen bagi ikan yang sudah layak jual
  3. Menyiapkan cadangan air atau tandon sebagai sumber air alternatif
  4. Memantau kualitas air kolam secara berkala

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kerugian bagi pembudidaya selama masa pengeringan berlangsung.

Untuk memastikan informasi ini diterima oleh para pembudidaya, pihak dinas juga akan melakukan sosialisasi melalui berbagai media, mulai dari media publikasi, grup pesan singkat, hingga melalui penyuluh perikanan dan aparat desa.

“Informasi ini akan kami sampaikan melalui berbagai media, termasuk melalui penyuluh, kepala desa dan media elektronik agar para pembudidaya bisa mempersiapkan diri lebih awal,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog