Festival Bacatuk Dauh 2026 Digelar Dua Hari, Diikuti 21 Grup Peserta

10 Februari 2026
Festival Bacatuk Dauh 2026. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Festival Bacatuk Dauh Tahun 2026 kembali digelar Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai agenda tahunan dalam upaya pelestarian budaya Banjar. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di RTH Ratu Zalecha, Selasa–Rabu (10–11/02/2026).

Festival Bacatuk Dauh Tahun 2026 mengusung tema “Melalui Festival Bacatuk Dauh, Kita Lestarikan Budaya Banjar” dan menjadi bagian dari inovasi kebudayaan daerah yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhammad Syahid mengatakan, festival ini bertujuan untuk menjaga, mengembangkan, serta memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan, khususnya tradisi Bacatuk Dauh yang lekat dengan nilai religius masyarakat Banjar.

“Tujuan kegiatan ini pada dasarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena memang sudah menjadi program kami. Festival Bacatuk Dauh ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesejahteraan budaya, sekaligus melestarikan tradisi Banjar yang religius,” ujarnya.

~ Advertisements ~

Syahid menjelaskan, Festival Bacatuk Dauh pertama kali digelar pada 2018 dan hingga kini telah memasuki pelaksanaan sekitar tahun ketujuh. Kabupaten Banjar disebut sebagai pionir pelaksanaan festival ini di Kalimantan Selatan.

“Kabupaten Banjar menjadi daerah pertama atau pionir yang melaksanakan Festival Bacatuk Dauh. Alhamdulillah, kegiatan ini kemudian menjadi contoh dan ditiru oleh kabupaten/kota lain,” katanya.

Untuk tahun 2026, jumlah peserta yang mengikuti festival tercatat sebanyak 21 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 29 peserta.

“Memang ada penurunan jumlah peserta tahun ini. Kemungkinan karena beberapa peserta masih dalam proses peremajaan dan belum sepenuhnya siap. Namun secara kualitas, peserta yang mengikuti tetap bagus,” jelas Syahid.

Pelaksanaan festival dilakukan selama dua hari dengan agenda seleksi peserta. Dari seluruh peserta, panitia akan memilih sembilan finalis yang berhak melaju ke babak final.

Terkait pelaksanaan final, Syahid mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan daerah. Panitia telah mengusulkan dua opsi waktu pelaksanaan, yakni pada malam pertengahan Ramadan atau malam ke-21 Ramadan.

“Kami menyesuaikan sepenuhnya dengan agenda pimpinan. Jika sudah ada arahan, maka final akan segera ditetapkan. Waktu ini juga dimanfaatkan para peserta untuk kembali berlatih,” ujarnya.

Pada malam final nanti, sembilan finalis akan memperebutkan sejumlah kategori penghargaan, di antaranya Juara I, II, dan III, Harapan I, II, dan III, Terfavorit, Musanna Terbaik serta Pelestari.

Dalam festival ini, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan berupa piala, piagam serta uang pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Untuk Juara Terbaik I, II, dan III masing-masing akan menerima uang pembinaan sebesar Rp13 juta, Rp10 juta dan Rp8 juta. Sementara Juara Harapan I, II dan III memperoleh Rp7 juta, Rp6 juta dan Rp5 juta.

Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori Juara Favorit, Pelestari dan Busana Terbaik, yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp4 juta.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog