NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Tren minum kopi dikalangan anak muda semakin populer beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan sosial.


Banyak anak muda yang menjadikan minum kopi sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, baik sebagai pengantar pagi, teman bekerja, bahkan sebagai kegiatan bersosialisasi dan nongkrong dengan teman-teman.
Di Pulang Pisau, Muhamad seorang pemuda 26 tahun melihat peluang ini untuk membuka bisnis minuman Kopi. Generasi Z ini membuka usaha minuman kopi dengan nama Coffeshop C or S.


“Awalnya iseng aja, karna suka minum kopi, sampai membeli alat untuk mesin kopi, lalu iseng membuka coffee shop,” kata Muhamad, Jumat, (29/08/2025).
Selain tempat nongkrong dan minum kopi, coffee shop milik Muhamad juga banyak foto yang bernuansa hitam putih namun penuh dengan pesan yang mengedukasi. Selain itu juga ada berbagai lukisan karya anak muda Pulang Pisau yang dipajang di Coffeshop miliknya.


Dari hasil usahanya ini, Muhamad mengaku bisa mendapatkan keuntungan tujuh juta rupiah dalam satu bulan.
Sementara itu, kopi yang dijual, jelas Muhamad, menawarkan beragam varian rasa kekinian sesuai selera anak muda.
“Ada americano seris, ada juga kopi yang kandungan kopinya tidak terlalu banyak, seperti almond, halzanut tapi yang lebih populer kopi Gula Aren,” ujar Muhamad.


Bahan baku kopi lanjut Muhamad, berasal dari biji kopi pilihan yang dikirim langsung dari petani kopi dari Lembang Bandung karena lebih berkualitas, sehingga memberikan pengaruh pada rasa dan bau harum yang khas.
Pemilihan kopi, tambah Muhamad, tergantung kopi yang akan diracik sesuai permintaan pembeli, ada pembeli yang suka Arabika memiliki rasa yang lebih lembut, manis, dan aromatik, diracik dengan berbagai racikan seperti almond dan Helzanut.




“Sementara Robusta pahitnya sangat kuat, biasa diracik untuk kopi americano atau kopi gula aren,” pungkas Muhamad.
Dari segelas kopi yang disajikan, dijual dengan harga bervariasi. Dijual 15.000 rupiah per gelas.
Muhamad menambahkan, melalui coffee shop miliknya Muhamad juga bisa menyampaikan pesan terkait solidaritas, stop kekerasan dan yang lainnya, melalui foto dan lukisan yang ditampilkan di coffee shop miliknya.
“Sering banyak yang bertanya, jika ada beli dan nongkrong terkait lukisan dan foto hitam putih yang terpajang, jadi selain ngopi juga bisa berdiskusi terkait kemanusian dengan anak – anak muda yang nongkrong,” jelas Muhamad.(nw)