Hj Erna Lisa Halaby “Sang Kartini Banjarbaru”

by
21 April 2026
Wali KOta Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby. (Desain : newsway.co.id)

Oleh : Isuur Loeweng Suroto

Masa lampau di negara tercinta Republik Indonesia ini ada seorang tokoh yang semangatnya selalu menjadi penyemangat setiap generasi hingga saat ini, tokoh yang jujga seorang pahlawan itu bernama, Kartini dan setiap tanggal 21 April diperingati.

Kali ini Kota Banjarbaru tidak sekadar mengenang sejarah yang menghidupkan kembali api yang pernah dinyalakan oleh Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan bernama Hj Erna Lisa Halaby menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru.

~ Advertisements ~

Dengan semangat perubahan, keberanian untuk berpikir maju, melampaui batas, dan membuka jalan di tengah sekat-sekat yang dulu terasa mustahil ditembus memutuskan diri untuk maju sebagai leader di Kota Banjarbaru.

Lisa Halaby, satu tahun memimpin, mempunyai pandangan luas untuk membangun sebuah kota kecil di Kalimantan Selatan dan tentunya juga bercita-cita agar kota yang dipimpinya bisa diperbincangkan ditingkat nasional maupun internasional karena prestasinya.

Semangatnya bagai api, namun tidak berwujud kata-kata di atas lembaran kertas, melainkan menjelma menjadi langkah nyata di ruang-ruang kekuasaan, di pusat pengambilan keputusan dan di denyut pembangunan daerah.

Sosok Erna Lisa Halaby, seorang pemimpin perempuan yang bukan hanya hadir sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak perubahan dan gerakan nyata telah dilakukan untuk mewujudkan Kota Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil dan Sejahtera.

Langkah konkrit itu ia lakukan diawal-awal pucuk pimpinan berada ditangannya, ketika Kota Banjarbaru diguncang isu dana mengendap disalah satu Bank sebesar Rp5 triliun, Lisa tidak diam, dia turun langsung untuk memastikan ke pemerintah pusat bahwa data itu tidak benar.

Tindakan yang ia lakukan itu bukan sekadar melanjutkan jejak Kartini pada masa lalu, tetapi ia menghidupkan kembali apa yang pernah dilakukan Kartini.

Dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di tingkat lokal, tidak jarang, Kartini Banjarbaru itu turun langsung ker lapangan, dia ingin membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak boleh datang terakhir, harus paling pertama.

Ya, Lisa Halaby, kini menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru,dengan menanamkan semangat perjuangan RA Kartini, beliau hadir sebagai pemimpin yang visioner, ditengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, Lisa menempatkan kepemimpinan tidak hanya kuat tetapi juga relevan, adaptif dan berakar pada kebutuhan rakyat.

Melihat gaya kepemimpinan Lisa Halaby dalam membawa Kota Banjarbaru semakin maju, tentu tidak jauh dengan R A Kartini pada zaman dahulu (era kolonial Belanda) beliau menjalankan kepemimpinan intelektual, visioner, dan berbasis pergerakan sosial-pendidikan, bukan kepemimpinan struktural formal.

Beliau memimpin melalui ide-ide dan aksi nyata untuk emansipasi wanita di tengah keterbatasan adat dan penjajahan, kali ini Lisa Halaby juga menghadirkan kombinasi langka, ketegasan dalam arah, sekaligus kepekaan dalam mendengar, menggerakan semua sektor, baik masyarakat maupun pemerintahan.

Di bawah kepemimpinannya, pembangunan tidak berhenti pada beton dan aspal, Lisa Halaby merambah pada kualitas hidup, pada rasa aman, pada kesejahteraan yang bisa dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Kesejahteraan para Lansia dan Disabilitas menjadi salah satu program unggulan yang dijalankan, sektor pendidikan juga sangat dipikirkan, sebagai contoh nyata, mereka yang kurang mampu dibantu seragam sekolah dan peralatan sekolah.

Bahkan dibawah kepemimpinanya Kota Banjarbaru aktif menciptakan lingkungan pendidikan unggul melalui program sekolah nyaman dan aman, yang ditandai dengan peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman oleh Kemendikdasmen pada Januari 2026 di SMPN 2 Banjarbaru.

Semua itu tercermin dari visionernya seorang Lisa Halaby, seorang Wali Kota perempuan yang menanamkan semangat R A Kartini dalam membangun daerahnya dari semua sektor.

Lisa Halaby juga mendorong birokrasi keluar dari zona nyaman menjadi lebih cepat, lebih tanggap, dan lebih manusiawi, setiap kebijakan bukan hanya dirumuskan, tetapi diuji langsung di lapangan, setiap aspirasi tidak sekadar didengar, tetapi diperjuangkan.

Inilah wajah kepemimpinan modern, bekerja dalam senyap, berdampak dalam nyata, mematahkan batas dan menyalakan harapan bagi seluruh masyarakat yang dipimpinnya.

Kehadiran Erna Lisa Halaby membawa lebih dari sekadar perubahan administratif, ia menggeser cara pandang dalam memimpin pemerintahan.

Ketika melihat Lisa Halaby memimpin sebuah rapat strategis dan mengambil keputusan penting, hingga berdiri di garis depan pembangunan adalah narasi baru yang membentuk kepercayaan diri generasi penerus.

Ia mengajarkan bahwa menjadi perempuan bukanlah batasan, melainkan kekuatan. Bahwa peran domestik dan peran publik bukan untuk dipertentangkan, tetapi dapat berjalan beriringan.

Bagi Kota Banjarbaru, sosok Lisa Halaby menjadi Kartini masa kini dan menjadi semangat Banjarbaru masa depan, sebuah perjuangan hadir dalam kebijakan yang adil dalam pelayanan publik yang setara. Tentu juga membuka ruang-ruang yang semakin terbuka bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin.

Kepemimpinan sosok perempuan bernama Erna Lisa Halaby adalah bukti bahwa estafet itu tidak pernah terputus dari masa lalu ke masa kini, dari gagasan ke tindakan.

Momentum hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk melanjutkan, untuk terus membuka jalan, memperluas kesempatan, dan memastikan bahwa setiap perempuan memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi.

Bersama semangat Kartini yang terus menyala, Banjarbaru melangkah menuju ke masa depan. Tidak hanya menjadi sebuah kota yang hanya maju secara fisik, tetapi juga adil, inklusif, dan bermartabat.

Selamat Hari Kartini !

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog