NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali tancap gas dalam misi mengentaskan kemiskinan melalui program hunian yang layak.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono resmi meluncurkan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Besuki, Kecamatan Lumbir, pada Selasa (21/4/2026),
Sadewo menegaskan untuk mewujudkan program tersebut maka kolaborasi lintas sektor harus melakukan bersama, pasalnya menurut dia ada ribuan rumah yang mesti dibenahi.

“Program ini tidak bisa dilakukan sendiri, ada ribuan rumah siap disulap jadi perlu banyak stakeholder,” tegasnya.
Dalam rangka mempercepat program itu, Pemkab Banyumas berhasil menggalang kekuatan “keroyokan” dari berbagai sumber pendanaan diantaranya dari APBD Kabupaten, APBN, APBD Provinsi, serta dukungan CSR perusahaan.
“Capaian luar biasa hingga akhir 2025, Banyumas mencatatkan rapor hijau dalam urusan papan. Sebanyak 28.885 unit rumah telah berhasil direhabilitasi, membawa angka rumah layak huni di Banyumas menyentuh angka 85,44 persen,” bebernya.
Sebagai pembuka tahun ini, tahap pertama pengerjaan akan segera menyasar 213 unit rumah yang tersebar di 15 kecamatan dan 31 desa dan kelurahan.
Program ini diharapkan menjadi stimulan bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui hunian yang lebih sehat dan aman ungkapnya.
“Ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tapi membangun martabat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Banyumas,” pungkas Bupati Sadewo.(nw)
Reporter : Suho
