NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan memperkenalkan inovasi penanganan HIV AIDS bertajuk Graha Asli Paringin. Program ini mengedepankan tiga langkah utama yakni deteksi dini, edukasi dan pendampingan pengobatan.
Inovator Graha Asli Paringin, Graha Eka Satria menjelaskan, program tersebut diluncurkan sebagai upaya memperkuat strategi penanggulangan HIV AIDS di daerah. Program ini dirancang untuk mengubah pendekatan lama yang cenderung pasif, menjadi langkah yang lebih proaktif dalam menjangkau masyarakat.
Graha Asli Paringin lahir dari hasil evaluasi pelaksanaan program HIV sebelumnya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak kasus HIV yang tidak terdeteksi sejak dini karena sistem layanan lebih banyak menunggu pasien datang sendiri ke fasilitas kesehatan.
“Kalau hanya menunggu pasien bergejala datang ke puskesmas atau rumah sakit, artinya kita sudah terlambat. Ketika datang, sebagian sudah masuk fase AIDS,” ujar Graha, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, keterlambatan deteksi berdampak serius terhadap peluang pengobatan dan kualitas hidup pasien. Ketika seseorang tidak mengetahui status HIV-nya dan tidak rutin menjalani terapi antiretroviral, risiko komplikasi hingga kematian meningkat.
Selain persoalan deteksi dini, Graha juga menyoroti tantangan sosial yang masih dihadapi dalam penanggulangan HIV AIDS, yakni stigma dan kurangnya pemahaman masyarakat. Ia menilai dua faktor ini menjadi hambatan besar dalam upaya pencegahan dan pengobatan.
“Banyak yang tidak sadar bahwa perilaku berisiko bisa berdampak pada kesehatan mereka. Di sisi lain, stigma membuat orang takut untuk terbuka dan memeriksakan diri,” katanya.
Melalui Graha Asli Paringin, Dinas Kesehatan Balangan memfokuskan tiga langkah utama. Pertama, memperluas deteksi dini HIV dengan turun langsung ke lapangan bekerja sama dengan puskesmas. Kedua, meningkatkan edukasi melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan kepada berbagai lapisan masyarakat. Ketiga, memperkuat pendampingan pengobatan bagi orang dengan HIV agar tetap terhubung dengan layanan kesehatan.
Deteksi dini dilakukan lewat layanan VCT mobile yang menyasar kelompok dan lokasi dengan populasi berisiko. Pendekatan yang digunakan bersifat personal dan mengedepankan kerahasiaan, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat menjalani pemeriksaan.
Dalam aspek pengobatan, puskesmas memiliki peran penting untuk memastikan pasien tetap terkoneksi dengan layanan PDP HIV di RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Pasien yang menghadapi kendala transportasi maupun biaya turut dibantu agar tidak mengalami putus obat.
“Pendampingan ini penting supaya pasien disiplin minum obat, kondisi kesehatannya terpantau, dan secara psikologis tetap kuat,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang lebih aktif dan terintegrasi, Graha berharap Graha Asli Paringin mampu mempercepat penemuan kasus HIV di tahap awal, menekan angka kematian akibat HIV AIDS, serta meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV di Kabupaten Balangan. (nw)
Reporter: Nasrullah
