NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Kontingen Kabupaten Pulang Pisau kembali menorehkan prestasi dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Palangka Raya. Kali ini, regu putra berhasil meraih peringkat II terbaik pada lomba Mangaruhi yang digelar, Jumat (22/05/2026).
Mangaruhi merupakan tradisi menangkap ikan menggunakan tangan kosong tanpa alat bantu modern seperti jaring maupun pancing. Tradisi khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah itu dilakukan dengan cara meraba dan menggapai ikan di air yang biasanya berlumpur.
Dalam perkembangannya, Mangaruhi kini kerap diperlombakan dalam berbagai festival budaya, termasuk FBIM yang diikuti peserta putra dan putri dari 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau, Andriani, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada kontingen Pulang Pisau yang telah berpartisipasi dan meraih prestasi dalam lomba tersebut.
“Regu putra berhasil meraih peringkat II terbaik dalam lomba Mangaruhi. Tentunya ini menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Pulang Pisau, terutama kaum muda, untuk terus melestarikan budaya Mangaruhi yang sudah turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang,” kata Andriani.
Ia menjelaskan, tradisi Mangaruhi tidak merusak ekosistem dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Dayak, seperti nilai kesabaran, kerja keras, serta keharmonisan dengan alam.
“Wajib dijaga, dirawat, dan dilestarikan, baik melalui lomba maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kegiatan Mangaruhi tidak punah dan generasi selanjutnya masih mengetahui tradisi Mangaruhi sebagai salah satu budaya yang masih ada,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Winda
