NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru menjadi salah satu wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 ini.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Lurah Guntung Payung, Lina Mardiati SE saat memantau kondisi kebakaran di jalan baru Bandara Syamsudin Noor ada sekitar 40 hektare lahan telah terbakar di wilayah tersebut.
Jumlah tersebut,menurut Lina yang didampingi Stafnya, M Saleh mengatakan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan kosong atau “lahan tidur”.
“Untuk di Kelurahan Guntung Payung sendiri, pendataan terakhir kalau digabung empat puluh hektaran yang terdampak kebakaran. Kebanyakan lahan kosong,” ujarnya Kamis (10/09/2026) saat ditemui dilokasi.
Untuk mencegah terulangnya karhutla, pihak kelurahan kini gencar melakukan pendataan lahan tidur sesuai arahan pada saat rapat koordinasi dengan Wamenko Bidang Pangan, Hanis Faisol beberapa waktu lalu.
“Kami sudah lakukan sosialisai kepada masyarakat, baik melalui RT,RW, LPM juga Bhabinkamtibmas agar tidak membakar lahan, termasuk pendataan lahan,”ujarnya.

Lina juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan terkait siapa pemilik lahan baik yang terbakar maupun tidak di kawasan Guntung Payung, terutama lahan-lahan kosong.
“Pendataan ini mencakup siapa pemilik lahan, luasannya, dan kondisi terkini lahan tersebut,” ucapnya.
Lina juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker karena kondisi asap yang cukup pekat, dalam kesempatan itu Lina berharap kejadian serupa tidak terulang dan mengapresiasi inovasi dari Polda Kalsel dalam memadamkan karhutla di wilayahnya.
“Kami imbau masyarakat pakai masker karena asapnya luar biasa dan tentunya harapannya yang akan datang tidak terulang lagi dan bisa diminimalisir. Sesuai arahan ibu wali kota juga, kami diminta untuk terus memantau juga mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan dalam membakar hutan atau lahan, baik untuk perkebunan maupun usaha lain,” pungkasnya.(nw)
