Peringati HUT ke-81 RI, Warga Penaruban Gelar Lomba Menjala Ikan

10 Agustus 2026
Warga Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga mengikuti lomba menjala ikan di Sungai Klawing, Minggu (9/8/2026). Usai lomba, panitia juga menebar benih ikan sebagai upaya pelestarian ekosistem. (Foto: Istimewa/PPHN Desa Penaruban/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga diisi dengan kegiatan unik.

Puluhan  warga setempat turun ke Sungai Klawing untuk mengikuti Lomba Menjala Ikan yang digelar Panitia Peringatan Hari Nasional (PPHN) Desa Penaruban,Minggu (9/08/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan rakyat, lomba setiapmemperingati hari nasional juga menjadi pengingat perjuangan para pahlawan sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian Sungai Klawing yang populasinya mulai berkurang.

Kepala Desa Penaruban, Siti Syarifah saat di konfirmasi Awak Media mengatakan, sebagian besar peserta adalah warga yang kesehariannya menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di Sungai Klawing.

“Lomba menjala untuk tahun 2026 memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Banyak warga masyarakat yang kesehariannya mencari ikan di Sungai Klawing sebagai perekonomian di keluarga,” katanya.

Yang menarik, setelah lomba selesai, panitia bersama warga kembali melakukan penebaran benih ikan ke Sungai Klawing.

“Dengan adanya lomba menjala ikan, kita juga menyeimbangkan dengan menebar benih ikan. Harapannya populasi ikan di Sungai Klawing Desa Penaruban tetap ada untuk menjaga ekosistem perairan dan memperbanyak keanekaragaman ikan,” jelas Siti.

Langkah ini diharapkan menjadi edukasi bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan upaya pelestarian.

Namun tidak sedikit peserta mengaku hasil tangkapan tahun ini jauh berkurang dibanding beberapa tahun lalu, peserta lomba mengaku hanya mendapatkan sekitar tiga ekor ikan. 

“Ya memang berkurang. Tahun-tahun belakangan ini terus berkurang. Pendapatan juga berkurang,” ujar salah seorang peserta.

Hal senada disampaikan oleh Warsun, peserta lainnya, ia menyoroti penggunaan cara menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan. 

“Wah, dibandingkan dulu sama sekarang itu banyakan dulu. Dulu belum ada obat, belum ada setrum. Sekarang sudah banyak obat dan setrum. Itu juga membuat ikan berkurang,” ujarnya.

Warsun berharap masyarakat bersama-sama menjaga sungai agar ekosistem tetap terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. 

“Saya mengimbau kepada masyarakat, tolong dilestarikan Sungai Klawing untuk masa ke depannya, untuk anak cucu kami, supaya bisa makan ikan terus dan bisa menangkap. Jangan sampai punah,” pintanya.

Untuk siketahui, panitia kegiatan berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga Sungai Klawing sebagai sumber kehidupan warga.(nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog