NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Setelah dilakukan beberapa upaya percobaan, akhirnya Polda Kalimantan Selatan mulai memperbanyak produksi cairan Surfaktan yang merupakan cairan pemadam khusus kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) terutama lahan Gambut.
Bahkan pihaknya sudah berhasil memproduksi masal dan sudah bisa mengirimkan ke daerah lain untuk digunakan dilahan gambut yang terbakar.
“Hari ini (kemarin_red), 1 ton cairan tersebut dikirim ke Kalimantan Tengah untuk membantu pemadaman di wilayah terdampak,” ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Senin (7/09/2026) sore di Tambak Buluh,Landasan Ulin Banjarbaru saat pemadaman.
Ia menekankan sulitnya memadamkan api di lahan gambut sehingga diperlukan perlakuan khusus dengan menggunakan cairan tersebut.
“Sulitnya upaya-upaya pemadaman khususnya di lahan gambut untuk itu memerlukan perlakuan khusus. Karena Surfaktan sudah bisa diproduksi banyak sehingga kita gunakan cairan pada hari ini di lokasi baru yaitu TambakBuluh,” katanya.
Meski terus diproduksi, Kapolda menyebut masih ada kendala dalam memperbanyak cairan ini.
“Yang pertama bahan baku ini tidak ada jualnya di Kalimantan Selatan. Kita harus mendatangkan dari Jawa khususnya dari Surabaya. Kemudian yang kedua kita masih menggunakan cara manual untuk memperbanyak. Polda belum punya alat khusus untuk kita bisa produksi massal,” jelasnya.
Kapolda mengatakan sebanyak 30 orang anggota Brimob yang dipandu Tim Bidlabfor Polda Kalsel, 3 hari terakhir pihaknya mampu memproduksi 3.000 liter. Bahan baku juga sudah dipesan untuk produksi selanjutnya.
“Contoh tiga hari ini saja kita dengan tenaga tiga puluh orang kita hanya mampu memproduksi tiga ribu liter. Tapi ini terus kita produksi bahan baku juga terus sudah kita pesan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda juga mengajak mahasiswa yang dibawa oleh, Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM, Prof. Hamidah
“Saya berterima kasih kepada Prof. Hamidah yang telah mengajak adik-adik ke sini. Ini tentunya baik edukasi kita semua dan mudah-mudahan dengan adik-adik mahasiswa di sini bisa menyebarkan bahwa bagaimana bahayanya membakar hutan pada saat musim kemarau seperti ini,” katanya.
Kapolda berharap mahasiswa dapat menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekaligus merasakan langsung betapa beratnya upaya pemadaman di lapangan.
Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM, Prof. Hamidah mengajak turun langsung sejumlah mahasiswa ke lapangan untuk melihat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, ia mengatakan untuk memberi edukasi kepada mahasiswa sekaligus mendukung inovasi yang dilakukan Polda Kalimantan Selatan.
“Kami memang mengajak mereka (mahasiswa_red) dalam rangka study lapangan dan memberikan pengetahuan serta edukasi kepada para mahasiswa agar mengetahui betapa kinerja Polri maupun jajaran lainnya di dalam melakukan pemadaman kepada karhutla cukup berat,” ujarnya.
Ia menyebut mahasiswa perlu tahu langsung betapa beratnya proses pemadaman di lapangan, apalagi tim di lapangan juga menemukan metode baru untuk menangani api.
“Biar mereka tahu di lapangannya betapa beratnya gitu yang dilakukan apalagi ini tadi menemukan metode baru satu informasi yang bermanfaat juga bagi kami,” katanya. (nw)
