Puncak HPN 2026 Kulon Progo, Pers Diingatkan Jaga Etika, Jadi Penjaga Fakta dan Budaya

by
10 Februari 2026
Kegiatan peringatan HPN 2026 di Kulon Progo di Omah Penthoel Art Space, Kedunggalih, Pengasih, Senin (9/2/2026). (foto: ist)

NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kulon Progo menjadi momentum penegasan peran strategis pers di tengah arus informasi digital. Dalam acara yang digelar di Omah Penthoel Art Space, Kedunggalih, Pengasih, Senin (9/2/2026), insan pers diingatkan untuk tetap berpijak pada etika, fakta, dan kepentingan publik.

Mengusung tema Pers Sehat, Budaya Kuat, Ekonomi Berdaulat, peringatan HPN 2026 di Kulon Progo dikemas melalui kolaborasi Persatuan Wartawan Kulon Progo (PWK) bersama Pemkab Kulon Progo, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Kominfo.

Ketua PWK, Asrul Sani menegaskan, di tengah gempuran media sosial dan derasnya informasi digital, wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan tidak hanya menemukan fakta, tetapi juga bertanggung jawab mewartakan fakta kepada publik. Di era digital, kualitas dan etika harus tetap dijaga. Berita tidak bisa disamakan dengan unggahan media sosial, sebelum dibagikan harus diverifikasi,” tegas Asrul.

~ Advertisements ~

Ia juga mengingatkan wartawan yang aktif di media sosial agar tetap mengedepankan prinsip jurnalistik dan proses cek fakta dalam setiap konten yang dibagikan.

Secara nasional, HPN 2026 mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Sementara PWK menambahkan unsur budaya sebagai penegasan jati diri daerah.

“Kebudayaan harus menjadi pondasi pergerakan ekonomi. Pers memiliki peran penting dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Ia menekankan, pers harus berpihak pada kepentingan rakyat serta menjadi benteng terhadap informasi hoaks.

“Pers harus berpijak pada kenyataan, bukan sensasi. Sampaikan berita berdasarkan fakta. Jangan aneh-aneh, jangan neko-neko. Pers harus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ucap Ambar.

Menurutnya, pers yang profesional dan beretika akan melahirkan informasi berkualitas, sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas daerah.

“Dengan pers yang sehat, budaya kuat bisa kita jaga, dan ekonomi berdaulat bisa kita bangun untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Peringatan HPN 2026 di Kulon Progo juga diisi diskusi publik yang menghadirkan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY Ribut Raharjo, serta budayawan dan akademisi UNY Prof Dr Suminto A Sayuti. Diskusi yang bekerja sama dengan TVRI tersebut membahas peran media dalam menjaga stabilitas daerah melalui pemberitaan yang berimbang dan beretika.

Selain refleksi peran pers, rangkaian kegiatan HPN 2026 juga diisi aksi sosial dan lingkungan, mulai dari penebaran benih ikan, penanaman pohon, pembagian sembako, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni bersama BAZNAS Kulon Progo. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog