NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Balangan terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat melalui Rapat Koordinasi Pusat Komunikasi dan Informasi Kewaspadaan Dini (Puskomin) yang digelar di Aula Bakesbangpol Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Selasa (30/6/2026).
Rapat tersebut menjadi wadah koordinasi lintas instansi untuk menghimpun informasi, analisis, serta masukan terkait sejumlah isu strategis yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Balangan.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Balangan, M. Rasyidan Razak, mengatakan, pada pertemuan kali ini terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian, yakni tren kriminalitas pencurian, potensi konflik akibat penyebaran konten di media sosial, serta pembatasan penggunaan telepon genggam bagi anak usia sekolah.

“Ketiga isu tersebut dipilih berdasarkan hasil pemantauan Tim Puskomin terhadap perkembangan situasi di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah antisipatif dan respons pemerintah,” ujar Razak.
Ia menjelaskan, Tim Puskomin melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri, Polres Balangan, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap isu dapat dikaji dari berbagai perspektif sebelum menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, hasil pembahasan dalam rapat akan dirangkum dan disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
“Melalui rapat ini kami menghimpun pendapat dan masukan dari berbagai instansi. Hasilnya akan dirangkum menjadi laporan untuk disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” katanya.
Melalui forum Puskomin, Bakesbangpol Balangan berharap sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan berbagai potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.(nw)
Reporter : M Nasrullah
