Rektor Prof Nida; Pertama Kali UIN Antasari Dipimpin Perempuan

by
13 November 2025

NEWSWAY.CO.ID, BANJARMASIN – Untuk kali pertama Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dipimpin oleh seorang perempuan. Adalah Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. yang secara resmi dilantik  Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin periode 2025–2029, di Kantor Kemenag di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Prof Nida menggantikan rektor sebelumnya, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., yang menjabat selama 2 periode di kampus “Unggul dan Berakhlak” UIN Antasari.

Dari situs resmi UIN Antasari, dibeberkan jejak dan pengalaman yang panjang dari sosok Prof Nida. Perempuan kelahiran Banjarbaru yang Desember 2025 nanti berusia 60 tahun ini merupakan puteri dari (alm.) H. Abdul Kadir Munsyi, yang di masa hidupnya adalah dosen IAIN Antasari, salah satu mata kuliah yang diajar almarhum adalah bahasa Inggris dan beliau aktif sebagai penyiar bahasa Inggris di RRI Banjarmasin (1990-1996).

Seperti ayahnya, Nida Mufidah pun menyukai bahasa. Setamat dari pendidikan menengah, dia melanjutkan S-1 Pendidikan  Bahasa Inggris di Universitas Lambung Mangkurat (tamat 1991), dan menyelesaikan S-2 bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di kampus yang sama (2005). Dia  menyelesaikan  S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang (2016).

Selanjutnya, Nida Mufidah juga pernah belajar di luar negeri yaitu Library and Education Short Course – Program CIDA di Mc.Gill University, Canada (2007); Teaching English to Speakers of Other Languages, TESOL – Program RELO di Denver, Colorado, USA (2009) dan Management in Higher Education di Marmara University, Turki (2018).

Prof Nida banyak menulis di jurnal-jurnal akademik, menyampaikan makalah di berbagai forum nasional dan internasional serta menjadi reviewer di  jurnal nasional dan  internasional.

Profesor dalam bidang Strategi Pembelajaran Bahasa ini  juga telah melewati karier kepemimpinan administratif di UIN Antasari dari tingkat bawah hingga ke puncak. Dia pernah menjadi Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) (2004-2007); Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (2008-2012); Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (2016-2018); Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (2018-2021); dan terakhir sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga di UIN Antasari Banjarmasin (2021-2025).

Selain itu, ia juga tercatat di luar kampus. Prof Nida aktif di berbagai organisasi seperti Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)  Provinsi Kalsel, di Bidang Pemberdayaan Masyarakat (2024-2028); Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalsel sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Anak (2022-2025 dan 2025-2028); Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Kalsel (2018-2023 dan 2023-2028); Asesor Akreditasi Sekolah/Madrasah SMA/SMK/MA Propinsi Kalsel dan Nasional (2006-2018); Tim Penyusun Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP) sebagai redaktur (2023-sekarang).

Melihat segudang pengalaman itu, besar harapan Prof. Nida mampu membawa UIN Antasari semakin maju dan berkembang selama empat tahun ke depan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)