Ribuan Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, Gus Ipul: “Sebagian Pakai Uang Kantor”

9 September 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus saat memberikan keterangan kepada sejumlah media. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Sosial (Kemensos), sekitar 1.900 pegawai Kemensos di pusat maupun daerah terindikasi melakukan transaksi judi online (judol) berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Lebih mengejutkan lagi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap adanya pegawai yang diduga menggunakan uang kantor untuk bermain judi online. Temuan tersebut kini tengah ditelusuri oleh Inspektorat Jenderal Kemensos.

“Bahkan sebagian sudah kita temukan menggunakan uang kantor,” kata Gus Ipul di temui Awak Media Jakarta, Senin (7/9/2026). Ia menegaskan penyalahgunaan uang negara untuk judi online merupakan pelanggaran berat.

Nilai transaksi yang teridentifikasi juga bukan angka kecil. Menurut Gus Ipul, rata-rata transaksi judol pegawai yang terindikasi berada di kisaran Rp4 juta, sementara akumulasi transaksi tertinggi bahkan disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Dari klarifikasi awal terhadap pegawai di tingkat pusat, lebih dari 70 persen dari mereka yang telah diklarifikasi mengakui terlibat dalam aktivitas judol dengan kategori berbeda-beda. Ada yang mengaku sekadar mencoba, sementara lainnya disebut telah mengalami kecanduan.

Gus Ipul memastikan tidak akan ada toleransi apabila dugaan tersebut terbukti. Bahkan pegawai yang terbukti menggunakan uang kementerian untuk judi online terancam pemecatan tidak dengan hormat. Proses verifikasi dan audit terhadap sekitar 1.900 pegawai tersebut ditargetkan selesai pada akhir September 2026.

Kasus ini pun menjadi sorotan serius karena Kemensos merupakan kementerian yang mengelola berbagai program bantuan sosial untuk masyarakat. Ketika ada pegawai yang diduga menggunakan uang kantor untuk berjudi, publik tentu berhak menuntut pengawasan internal diperketat dan dugaan penyalahgunaan anggaran dibongkar sampai tuntas.(nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog