Tenun Lawon, Simbol Sakral yang Terus Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by
5 Maret 2026
Pengrajin Tenun Lawon, yang masih bertahan di tengah masyarakat adat Banokeling (Foto : Suho/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Di tengah gempuran tekstil pabrikan dengan ragam warna dan motif, komunitas adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, tetap bertahan pada kesederhanaan.

Mereka setia menenun Lawon, kain putih polos tanpa corak yang menjadi simbol sakral sekaligus identitas spiritual masyarakat adat.

Bagi warga adat Bonokeling, Tenun Lawon bukan sekadar produk sandang. Warna putih yang tanpa motif dimaknai sebagai lambang kesucian, kemurnian, dan titik nol kehidupan manusia.

Kain ini memiliki fungsi khusus dalam siklus hidup masyarakat adat. Dalam upacara adat Perlon, kain Lawon digunakan sebagai busana maupun perlengkapan ritual. Sementara dalam ritus kematian, kain ini berfungsi sebagai kain kafan yang melambangkan kembalinya manusia pada fitrah yang bersih.

~ Advertisements ~

Produksi Tenun Lawon hingga kini masih bertumpu pada alat tenun bukan mesin (ATBM) tradisional. Di Desa Pekuncen, jumlah pengrajin aktif diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 15 orang.

Harga jualnya berada di rentang Rp150.000 hingga Rp200.000 per lembar, dengan pasar utama masih terbatas pada komunitas adat di wilayah Banyumas dan Cilacap.

Karsilem (55), salah satu pengrajin yang masih setia menenun, mengatakan permintaan relatif stabil, namun pertumbuhan ekonomi dari usaha ini berjalan lambat.

“Ini warisan leluhur sekaligus penyambung hidup. Permintaannya ada, tapi memang pasarnya masih di lingkungan kami sendiri,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Tantangan utama yang dihadapi para pengrajin adalah regenerasi. Minat generasi muda untuk meneruskan tradisi menenun dinilai belum signifikan. Selain itu, sifat kain yang sakral membuat pengrajin enggan melakukan modifikasi desain, baik dari sisi warna maupun motif, karena khawatir melanggar pakem adat.(nw)

Reporter: Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog