Silaturahmi Seniman Banjar, Dewan Kesenian Beberkan Penggunaan Dana Hibah Rp226 Juta

Silaturahmi dan diskusi Dewan Kesenian Kabupaten Banjar. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dewan Kesenian Kabupaten Banjar menggelar silaturahmi seniman dan budayawan yang dirangkai dengan buka puasa bersama. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kolaborasi: Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Seni Banjar”, kegiatan berlangsung di Guest House Sultan Sulaiman, Selasa (3/03/2026).

Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mengkonsultasikan sejumlah rencana strategis, termasuk terkait kebutuhan sekretariat dan dukungan anggaran.

“Pertama kita konsultasikan, kemudian akan kita diskusikan dengan pemerintah daerah. Karena memang saat ini kita kekurangan aset, sementara anggaran juga terbatas. Kalau memang ada peluang dan anggarannya memungkinkan,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, pada tahun ini Dewan Kesenian menerima dana hibah sekitar Rp226 juta yang telah dibagi kepada 14 komite bidang (kombid).

“Dana hibah kurang lebih Rp226 juta dan sudah dibagi ke seluruh kombid. Rata-rata menerima sekitar Rp15 juta sampai Rp17 juta untuk menjalankan programnya masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, meski seluruh bidang mendapat alokasi, nominal tersebut masih tergolong minim. Namun pihaknya tetap berupaya memaksimalkan program, termasuk membuka peluang kolaborasi dan pengajuan proposal ke perusahaan daerah.

“Seluruhnya dapat alhamdulillah, meski sangat minim. Kita dorong kawan-kawan kombid berakselerasi, termasuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan daerah,” katanya.

Program yang dijalankan pun beragam sesuai bidang masing-masing, seperti lomba madihin, lomba tari, hingga kegiatan seni tradisional lainnya.

Selain itu, Dewan Kesenian juga menganggarkan sekitar Rp68 juta untuk melengkapi fasilitas sekretariat, termasuk pengadaan peralatan seperti komputer dan pendingin ruangan, serta pengembangan podcast seni budaya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya menyampaikan perihal peningkatan status Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan.

Menurutnya secara regulasi, daerah didorong untuk memperluas cakupan pelestarian budaya.

“Kalau menjadi Dewan Kebudayaan, lingkupnya lebih luas. Tidak hanya seni pertunjukan, tapi juga kuliner, kerajinan tradisional, hingga berbagai ekspresi budaya lain yang memiliki dampak ekonomi,” jelas Irwan.

Ia mencontohkan pengembangan kuliner khas Banjar yang dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

Terkait isu storytelling yang disebut sebagai tantangan, Irwan menegaskan hal itu bukan kendala, melainkan strategi penguatan narasi budaya.

“Storytelling itu salah satu upaya kita mengenalkan ragam budaya secara lebih menarik. Banyak warisan budaya yang bisa dikemas menjadi narasi kuat agar lebih dikenal dan dipahami masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, Dewan Kesenian dan pemerintah daerah berharap kolaborasi antarinsan seni semakin solid dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan Banjar ke depan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)