NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat langkah pengendalian harga bahan pokok guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan sejumlah komoditas strategis yang sebelumnya mengalami kenaikan kini mulai mengalami penurunan harga.
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Pulang Pisau, Senin (15/06/2026).
Rapat tersebut juga dirangkaikan dengan pembahasan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Usai mengikuti rapat, Jayadikarta menyampaikan bahwa koordinasi pengendalian inflasi secara nasional menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di daerah.

“Setiap hari Senin kami mengikuti rapat bersama Kemendagri untuk memantau kondisi inflasi dan perkembangan harga komoditas di daerah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Pulang Pisau, harga beberapa komoditas yang sebelumnya mengalami lonjakan kini menunjukkan tren penurunan.
Komoditas bawang merah yang sempat menembus harga Rp80 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp63.333 per kilogram. Sementara cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp116 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp96.666 per kilogram.
Menurut Jayadikarta, penurunan harga tersebut menjadi indikator positif bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak mulai menunjukkan hasil.
“Beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan kini mulai turun kembali sehingga kondisi inflasi daerah dapat lebih terkendali,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, lanjut dia, akan terus melakukan pemantauan pasar dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
“Harapannya masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan kondisi inflasi daerah tetap terkendali,” pungkasnya.( nw)
Reporter : Winda
