NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Persoalan banjir masih menjadi prioritas program strategis Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby yang tertuang dalam Visi Misinya tahun ini siap dieksekusi oleh dinas teknis.
Tiga program strategis wali kota yang akan dikerjakan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalan rangka mitigasi banjir sudah akan dikerjakan tahun 2026 ini.
Kabid SDA, Muhammad Deny Pramudji, ST, MT mengatakan tiga program strategis tersebut adalah peningkatan Sungai Karet sepanjang 200 meter di Sapta Marga,bahkan saat ini sudah selesai administrasi kontrak dan siap dikerjakan.
Selain itu juga ada peningkatan Sungai Gunung Kupang dengan pajang kurang lebih 100 meter serta rehabilitasi penguatan tebing Sungai Peramuan sepanjang 234 meter.
“Ketiga sungai itu akan dilakukan penguatan tebing dan pengerukan, semuanya merupakan tindak lanjut dari program Wali Kota untuk mitigasi banjir. Dari tiga proyek strategis itu akan menelan aggaran sebesar Rp 6,6 milar dengan rincian Sungai Karet Rp 2,7 miliar, Sungai Gunung Kupang Rp 1,8 miliar dan Sungai Peramuan Rp 2,1 miliar,” terangnya, Selasa (14/04/2026) di ruang kerjanya.
Selain itu juga akan dikerjakan rehab Sungai Kemuning dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar, sedangkan untuk lokasi rehab menurut Deny pihaknya melihat kondisi lapangan.
“Panjang keseluruhan yang akan direhab di Sungai Kemuning tergantung kondisi di lapangan nantinya, kegiatan ini upaya untuk perlindungan terhadap banjir,” jelasnya.
Deny juga menegaskan bahwa tiga proyek program strategis tersebut sangat diprioritaskan untuk dikerjakan tahun ini dan harus selesai.
“Karena menjadi prioritas maka pekerjaan itu juga akan dipantau langsung oleh instansi lain seperti inspektorat agar pekerjaan sesuai dan maksimal,” tegasnya.
Selain peningkatan sungai, tahun ini SDA juga menganggarkan pengerjaan drainase yang tersebar di seluruh Kota Banjarbaru.
“Ada delapan paket tersebar di seluruh kecamatan, program pembangunan drainase ini merupakan hasil dari Musrembang tahun 2025 yang diusulkan masyarakat masing-masing kecamatan. Total nilai dari delapan paket drainase sekitar Rp 20 miliar,” ujarnya.
Deny berharap dengan menyesuaikan master plan titik banjir sebanyak 53 titik, dsan dilakukan peningkatan sungai tersebut serta kegiatan normalisasi drainase titik banjir bisa berkurang.
“Tentu dengan masifnya peningkatan dan normalisasi sungai serta pengerjaan drainase dibeberapa kawasan, titik banjir akan berkurang,”tegasnya.
Lebih lanjut, Deny mengatakan bahwa proyek sudah mulai pengerjaan bulan April dan ditarget selesai September Oktober sesuai kontrak.
“Menurut BMKG saat ini musim kemarau, tetapi kalau cuaca berubah sudah ada perencanaan agar tidak terlambat pengerjaan. Kami juga sudah melakukan mitigasi dan pendekatan dengan masyarakat agar pengerjaan tidak terganggu, termasuk komunikasi terkait lalulintas angkutan material dengan warga setempat,” pungkasnya.(nw)
