NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Tim sepak bola Desa Balong, Kecamatan Jenawi, resmi menjadi wakil Kabupaten Karanganyar dalam ajang Liga Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang digelar di Kabupaten Klaten. Keikutsertaan tersebut merupakan hasil dari keberhasilan Desa Balong menjuarai Liga Desa tingkat Kabupaten Karanganyar yang diikuti 162 tim desa.
Pelepasan tim sepak bola Desa Balong dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Zulfikar Hadidh, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (7/1/2026).
Zulfikar menyampaikan Bupati Karanganyar tidak dapat hadir langsung dalam acara pelepasan karena agenda kedinasan bersamaan di sejumlah desa bersama Wakil Bupati. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan dukungan penuh terhadap tim yang akan berlaga di tingkat provinsi.
“Salam dari Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk seluruh atlet dan ofisial. Pesan beliau, tetap semangat dan berusaha maksimal membawa nama Kabupaten Karanganyar karena ini adalah event yang prestisius,” ujar Zulfikar.

Ia menjelaskan, setelah menjuarai Liga Desa tingkat kabupaten, tim Desa Balong kini tidak lagi membawa nama desa semata, melainkan secara resmi menjadi representasi Kabupaten Karanganyar dalam kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Panjenengan semua sekarang mewakili Kabupaten Karanganyar dan akan bertanding melawan wakil dari kabupaten lain se-Jawa Tengah,” katanya.
29 Kabupaten Se-Jateng Kirim Tim Terbaik
Dalam Liga Desa Jawa Tengah 2026, tercatat sebanyak 29 kabupaten mengirimkan tim terbaiknya. Pertandingan awal dipusatkan di Kabupaten Klaten, sementara laga final dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Boyolali. Tim Karanganyar dijadwalkan melakoni pertandingan perdana pada Rabu (7/1/2026) dengan menghadapi tim dari Kabupaten Magelang.
Pemerintah daerah berharap seluruh pemain mampu menjaga kondisi fisik, fokus dalam bertanding, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. “Kami semua, jajaran Pemkab Karanganyar, Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh masyarakat Karanganyar mendoakan agar panjenengan diberikan kesehatan dan kelancaran selama bertanding,” ujar Zulfikar.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Liga Desa dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan antarwarga desa. Turnamen ini juga menjadi wadah silaturahmi antardesa melalui olahraga yang menjunjung tinggi fair play. “Desa adalah ujung tombak pelaksanaan berbagai program strategis nasional. Event seperti ini penting, tidak hanya soal prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan,” katanya.
Liga Desa disebut sebagai salah satu gagasan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui olahraga. Ke depan, Pemkab Karanganyar berencana memasukkan Liga Desa ke dalam kalender kegiatan daerah agar persiapan dapat dilakukan lebih optimal. “Kami tidak memasang target khusus, tetapi berupaya mendapatkan hasil terbaik. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Zulfikar.
Pemkab Karanganyar berharap tim Desa Balong mampu melangkah sejauh mungkin, bahkan menembus final di Boyolali, serta membuka peluang tampil di Liga Desa tingkat nasional pada masa mendatang. “Atas nama Bupati dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami mengucapkan selamat bertanding. Jaga sportivitas dan nama baik daerah,” pungkasnya.(nw)
Reporter: Suho
