Mapala Piranha FPIK ULM Tanam 1.000 Pohon di Kiram, Dorong Mitigasi Banjir dan Edukasi Lingkungan

8 Februari 2026
Mapala Piranha FPIK ULM gelar penanaman 1.000 pohon di Desa Kiram. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan aksi penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (7/02/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan pelajar serta berbagai komunitas pecinta alam dari Banjarbaru, Martapura, hingga Banjarmasin. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian Aksi Sosial Lingkungan Mapala Piranha FPIK ULM yang bertujuan mendukung penghijauan sekaligus mitigasi bencana banjir.

Wakil Dekan I FPIK ULM Bidang Akademik, Abdur Rahman yang hadir mewakili Dekan FPIK menyampaikan, penanaman dilakukan di lahan milik Fakultas Perikanan seluas kurang lebih lima hektare.

“Hari ini kami melaksanakan penanaman seribu bibit pohon di lahan Fakultas Perikanan. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga komunitas pecinta alam, dan tentu menjadi hal yang sangat positif,” ujarnya.

~ Advertisements ~

Ia menjelaskan, seluruh bibit dan pendanaan kegiatan ini didukung langsung oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM. Ke depan, pihak fakultas berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap penanaman ini tidak berhenti sampai di sini. Kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai desa binaan dan lokasi pembelajaran lapangan bagi mahasiswa,” ucapnya.

Ketua Mapala Piranha FPIK ULM, Muhammad Furqon mengatakan, bibit yang ditanam terdiri dari 500 pohon kopi dan 500 pohon buah-buahan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung upaya mitigasi banjir sekaligus penghijauan di wilayah Kiram. Kami berharap tanaman ini nantinya bisa memberi manfaat jangka panjang,” katanya.

Ia menyebutkan, Mapala Piranha juga berencana melanjutkan program konservasi lainnya di masa mendatang, termasuk rencana penebaran bibit ikan pada tahun berikutnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ahmad Rizki, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karang Intan mengaku senang dapat terlibat langsung dalam aksi lingkungan tersebut.

“Ini pengalaman pertama saya ikut kegiatan penanaman pohon. Seru karena bisa bertemu teman-teman dari sekolah lain dan belajar langsung menjaga lingkungan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kaspudin, guru pendamping dari Madrasah Aliyah Sultan Sulaiman. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon memiliki nilai edukatif yang penting bagi para siswa.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk lingkungan tetapi juga untuk membentuk kepedulian generasi muda. Harapannya, pengalaman ini bisa mereka tularkan ke lingkungan sekitar,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog