Data Anak Tidak Sekolah di Banyumas Meningkat, Kadisdik: Tanggung Jawab Bersama

by
8 April 2026
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma'ruf saat ditemui wartawan. (Foto : Suho/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Dalam data terbaru jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan ini terungkap dalam sosialisasi penanganan ATS, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Rabu (8/4/2026).

Data terbaru menunjukkan angka ATS naik dari 13 ribu menjadi 15 ribu anak. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan di Banyumas.

~ Advertisements ~

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma’ruf, saat dihubungi awak media menyebut kenaikan tersebut tentu saja tidak memuaskan. “Salah satu hal yang belum cukup memuaskan yaitu data jumlah ATS di Banyumas yang naik dari 13 ribu menjadi 15 ribu,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan ATS harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, semua elemen pendidikan harus terlibat dalam upaya menekan angka tersebut.

~ Advertisements ~

“ATS bukan hanya tanggung jawab pendidikan non formal melalui pendamping, penilik atau PKBM tetapi tanggung jawab semua. Pendidikan formal melalui pengawas, korwilcam sampai guru semuanya,” tegasnya.

Amrin menambahkan, penanganan ATS tidak berhenti saat anak kembali mengenyam pendidikan. Pendampingan harus terus dilakukan agar mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya. Hal ini penting menuturnya untuk mencegah anak kembali putus sekolah di masa depan.

~ Advertisements ~

Dikatakan, keberlanjutan pendidikan menjadi fokus utama dalam penanganan ATS. Ia menekankan pentingnya kepedulian semua pihak. Ia meminta setiap unsur pendidikan memahami data ATS di wilayah masing-masing.

“Menangani sesuatu yang menjadi indikator di setiap pemerintahan butuh kepedulian sesuai tupoksi. Sama dengan menangani kemiskinan,” ujarnya.

~ Advertisements ~

Amrin mengingatkan, pemahaman data akan mempercepat identifikasi masalah dan solusi. Dengan begitu, penanganan ATS dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Ia juga menyebut dukungan anggaran bisa berasal dari berbagai sumber. Di antaranya pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR).

~ Advertisements ~

Ia juga menyebut bahwa koordinasi antar pihak dinilai menjadi kunci dalam upaya ini. “Korwilcam, pengawas dan penilik tinggal menyampaikan kepada yang mengkoordinir di Dinas Pendidikan terkait penanganan ATS,” pungkasnya.(nw)

Reporter: Suho

~ Advertisements ~

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog