Perempaun Bincau Ditemukan Meninggal di Hutan Sungai Ulin Banjarbaru

1 Mei 2026
Saat petugas Rs Idaman dan Tim Inafis Polres Banjarbaru melakukan otopsi jenazah perempuan yang ditemukan di Sungai Ulin. (Foto : Humas Polres/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Rabu (29/4/2026) malam, Warga Kota Banjarbaru digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Korban diketahui berinisial HS (25), warga Komplek Bincau Indah II, Kabupaten Banjar.

 Jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.30 Wita, sekitar 500 meter dari Jalan Seledri, saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuh dan diduga menjadi korban tindak kekerasan.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

~ Advertisements ~

“Begitu kami menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti yang ada di sekitar TKP,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui terakhir kali terlihat pada Selasa (28/4/2026) sore, usai pulang dari pekerjaannya sebagai penjaga toko aksesoris. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di rumah, sehingga keluarga mulai khawatir.

Keesokan harinya, pihak keluarga mendapat informasi bahwa korban tidak masuk mengajar di pondok pesantren tempatnya bekerja. Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya sepeda motor milik korban ditemukan lebih dulu oleh warga di sekitar lokasi kejadian.

“Sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi utuh, namun terdapat bercak darah di beberapa bagian. Ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pencarian lanjutan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area hutan. Dari hasil olah TKP, korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dengan sejumlah luka lebam dan luka terbuka di beberapa bagian tubuh.

Hasil pemeriksaan sementara dari tim forensik di RS Ulin Banjarmasin menunjukkan bahwa korban mengalami trauma tumpul berat di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan hebat. Selain itu, ditemukan juga sejumlah tulang yang patah, termasuk pada bagian rahang dan tengkuk.

“Dari hasil autopsi sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual. Korban diduga meninggal akibat benturan keras di bagian kepala yang mengakibatkan pendarahan fatal,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga mengungkap adanya dugaan tindak pidana lain, mengingat sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang, seperti handphone dan anting emas. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh jajaran Polsek Banjarbaru Utara bersama tim Resmob Polres Banjarbaru.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak terakhir korban. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog