NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Dampak kenaikan BBM, pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis kain dan tumbuh -tumbuhan di Banyumas tengah menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya biaya produksi dan ketidakpastian geopolitik global.
Meski demikian, para pelaku UMKM skala ekspor tetap bertahan demi menjaga keberlangsungan usaha dan pasar internasional yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Pelaku usaha kerajinan tangan KLI milik Khusnul Khotib dan Rienie Maharani pemilik merk Zee Cool yang berlokasi di Kecamatan Sumbang misalnya,imbas dari kenaikan BBM mengakibatkan semua sektor biaya produksi mengalami kenaikan.

“Harga bahan baku alam hingga biaya pengiriman ekspor mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.Bahan-bahan untuk produksi busana serta handicraft ganti harga, biaya kargo untuk ekspor juga mengalami kenaikan,” ujar Khusnul, Minggu (14/06/2026).
Khusnul mengaku kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus memutar strategi agar produksi tetap berjalan dan tidak merugi, bahkan ia mengaku persaingan mendapatkan bahan baku utama juga semakin ketat.
“Pelaku usaha kecil dan menengah sering kalah bersaing dengan pemilik modal besar yang mampu membeli bahan baku dalam jumlah besar sekaligus,”terangnya.
Akibatnya menurut Khusnul, pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi tidak selalu terpenuhi secara optimal.
“Di sisi lain, pelaku usaha tetap harus memenuhi kewajiban pembayaran upah karyawan di tengah biaya operasional yang terus membengkak,”tegasnya.
Para pelaku UMKM mengungkapkan dukungan modal dari perusahaan mitra tempat usahanya bernaung hanya sekitar 30 persen, sementara sisanya, sebesar 70 persen, masih harus ditanggung sendiri oleh pelaku usaha.
“Tapi, harga jual produk karya mereka ke vendor masih ajeg meskipun bahan baku sudah naik. Kondisi tersebut membuat margin keuntungan usaha semakin menipis,” ungkapnya.
Sebagai pelaku UMKM, Khusnul Khotib maupun Rienie Maharani berharap pemerintah hadir memberikan dukungan kebijakan yang berpihak kepada sektor ekonomi kreatif berbasis ekspor.
Menurutnya, campur tangan pemerintah dibutuhkan agar pelaku usaha mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global, apalagi usaha milik Rienie Maharani maupun Khusnul Khotib sedang mengerjakan pesanan untuk memenuhi kebutuhan pasar Luar Negeri.
“Kami berharap pemerintah bisa segera mencari solusi agar para pelaku UMKM bisa bertahan. Kita sedang mengerjakan pesanan untuk dikirim ke Luar Negeri,” tandasnya.(nw)
Reporter : Suho
