NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke 28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Banjarbaru bersama Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif melakukan aksi penghijauan di bekas lahan pendulangan intan Pumpung, Cempaka lewat “Pesta Pohon PKB”, Minggu (19/07/2026) pagi.
Lebih dari seribu bibit pohon ditanam di wilayah Kota Banjarbaru, salah satu yang menjadi sasaran untuk menanam pohon di kawasan bersejarah Pumpung yang terletak di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka tersebut.
Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus mendongkrak potensi wisata sejarah di Pumpung.
Aalasan lain adalah, karena kawasan tersebut dikenal secara historis sebagai lokasi ditemukannya Intan Trisakti yang melegenda pada tahun 1965.
“Pumpung Cempaka mempunyai cerita sendiri dan Banjarbaru terkenal sebagai Kota Penghasil Intan. Kami berharap nantinya kita bisa melihat kawasan wisata yang ikonik di Pumpung ini terkait dengan sejarah Kota Intannya. Dengan kegiatan ini PKB ingin berada bersama-sama masyarakat, mulai kembalimemperhatikan alam,” ujar Ririk.
Tidak hanya berfokus pada penghijauan, kegiatan tersebut juga menyasar sektor ketahanan pangan dan pariwisata dengan menebar bibit ikan ke danau yang berada di kawasan eks pendulangan intan itu.
“Tidak hanya tanam pohon berbagai jenis, bibit pohon yang ditanam pun bervariasi, mulai dari pohon kopi hingga tanaman buah-buahan. Tentua nanti komunitas yang mengelola kawasan ini bisa menjaga dan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, di titik ini ada sebanyak 50 pohon,” ucapnya.
Melalui langkah awal ini, Ririk berharap masyarakat luas dapat kembali mengingat dan menjaga nilai sejarah Banjarbaru yaitu penemuan Intan Tri Sakti di kawasan Cempaka tersebut.
“Jadi ada Pumpung, ada Intan dan ada Pesta Pohonnya PKB di sini,” tambahnya.
Ririk pun tidak menampik bahwa aktivitas pendulangan di masa lalu membawa dampak terhadap kondisi alam sekitar. Oleh karena itu, kehadiran komunitas lokal dan Pokdarwis dinilai menjadi kunci penting dalam memulihkan ekosistem yang ada.
“Dalam aksi ini, PKB memposisikan diri sebagai pemantik agar gerakan peduli alam ini bisa terus bergulir dan diikuti oleh elemen masyarakat lainnya. Dari PKB hanya sebagai motor penggerak saja, pendukung pemula yang melaksanakan kegiatan ini. Mudah-mudahan nanti bisa diikuti oleh masyarakat luas,” harap Ririk.
Ririk sangat optimis, lewat konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Komite Ekraf Banjarbararu, Pokdarwis dan komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif sejak awal, kawasan Pumpung memiliki masa depan yang cerah.
“Saya yakin dan percaya kawasan Pumpung ini akan membaik nantinya, dan akan menjadi kawasan wisata yang cukup ikonik di Banjarbaru. Kalau melihat kondisi alamnya maka kawasan ini bisa dikembangkan, saya sebagai salah satu wakil rakyat akan ikut mendorong pemerintah agar kedepan kawasan ini semakin diperhatikan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Bubuhan Pumpung Kreatif, Amang Salim yang diwakili, Harie Insani Putera mengatakan bahwa pihaknya mengeloila kawasan tersebut saat ini secara mandiri dan akan dikembangkan menjadi salah sati destinasi wisata alam.
“Kami dari komunitas bekerja bersama-sama untuk menjadikan kawasan ini destinasi wisata di Pumpung. Awalnya lahan di dekat kawaasan pendulangan intan ini sangat lebat rumputnya namun karena kami ingin ada kegiatan lalu bersepakat membersihkan dan membuat komunitas,” jelasnya saat sambutan.
Ia juga menyampaikan uncapan terimakasih kepada PKB yang sudah memberikan support setelah dibukanya kawasan tersebut.
“Kami akan terus membuka bagi siapa saja yang akan memberikan dukungan kepada kami untuk terus mengembangkan kawasan ini,”jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPM Kota Banjarbaru, Adi S, Lurah Sungi Tiung Fitriyadi dan sejumlah tokoh masyarakat setempat dan puluhan warga Sungai Tiung dan kader PKB.(nw)
