NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Erupsi gunung berapi menyebabkan gangguan serius pada jadwal penerbangan hingga mengakibatkan penutupan operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Seotta/CGK) diperpanjang hingga Minggu pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 sebagai perubahan atas NOTAM Nomor A3341/26 yang disampaikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Akhirnya berdampak pada penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Kalimantan Selatan baik kedatangan maupun keberangakatan pada Minggu (6/09/2026), kabar itu disampaikan General Manager (GM) Bandara Internasional Syamsudin Noor Stephanus Millyas Wardana kepada sejumlah media.
Berdasarkan laporan yang diterima pagi ini, setidaknya ada 5 penerbangan dari Jakarta menuju Banjarmasin yang dinyatakan cancel.
“Pada pagi hari ini kita sudah mendapatkan laporan hingga saat ini ya. Hingga saat ini itu ada sekitar eh lima penerbangan yang dinyatakan cancel yaitu Garuda, Pelita dan tiga penerbangan Citilink itu sudah dinyatakan cancel untuk tujuan Banjarmasin dan juga penerbangan dari Banjarmasin ke Jakarta,” ujarnya.
Ia juga mengatakan penutupan bandara di Jakarta sendiri sudah dilakukan sejak malam sebelumnya, akibatnya beberapa pesawat tidak bisa berangkat tepat waktu dari Jakarta menuju berbagai tujuan.
Pihak bandara memperkirakan akan terjadi penumpukan penumpang akibat pembatalan dan keterlambatan ini. Namun sejauh ini jumlahnya belum terlalu banyak karena sebagian penumpang sudah mendapat informasi lebih awal dan belum berangkat ke bandara.
“Kalau secara penumpukan sih mungkin tidak terlalu banyak karena memang sudah diinfokan lebih awal sehingga ada beberapa penumpang yang memang belum berangkat ke bandara,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan keterlambatan di Jakarta berpotensi berdampak berantai ke rute penerbangan lain.
“Delay ini juga bisa terjadi ke beberapa rute penerbangan lain ya karena pesawat dari Jakarta itu bisa berdampak ke pesawat-pesawat tujuan yang lain,”ucapnya lagi.
Sebagai langkah antisipasi, Bandara Syamsudin Noor telah diminta untuk siaga menerima pengalihan pesawat.
“Ya kami eh kalau untuk bandara kami sudah diminta untuk stand by kaitannya karena tadi misalnya kayak untuk pesawat-pesawat yang tujuan Jakarta itu sudah bisa landing untuk kita untuk bisa untuk menjadi stand by untuk pengalihan,” katanya.
Saat ini bandara telah menyediakan sekitar 5 lahan parkir untuk pesawat yang terpaksa melakukan pendaratan darurat atau pengalihan.
“Kami sendiri sudah menyediakan sekitar lima parkir untuk pesawat bilamana terjadi emergency harus mendarat di sini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak bandara masih terus memantau perkembangan situasi erupsi dan berkoordinasi dengan maskapai terkait jadwal penerbangan selanjutnya.
Terpisah, salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta,Yoyo yang akan berangkat pada penerbangan sore dari Syamsudin Noor mengaku masih belum memastikan bisa berangkat atau tidak karena kejadian tersebut.
“Ia saya mendapatkan informasi penerbangan kami masih belum tentu bisa diberangkatkan,sampai sejauh ini saya masih menunggu kabar dari pihak maskapai. Bahkan rekan kami yang mestinya berangkat pagi ini juga harus ditunda,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.(nw)
