Akpol Teliti Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Perwira Lini Pertama di Polres Banjarbaru

17 September 2026
Irjen Pol Sofyan Nugroho selaku Ketua Tim Penelitian Akpol, didampingi Kombes Muhammad Sharif selaku Direktur Pintarlat Akpol dan Kapolres Banjarbaru saat memberikan keterangan kepada sejumlah media.(Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Akademi Kepolisian (Akpol) melaksanakan penelitian di Polres Banjarbaru sebagai bagian dari upaya pengembangan kurikulum pendidikan taruna Akpol yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan tugas kepolisian di lapangan.

Penelitian tersebut dipimpin Irjen Pol Sofyan Nugroho selaku Ketua Tim Penelitian Akpol, didampingi Kombes Muhammad Sharif selaku Direktur Pintarlat Akpol, serta melibatkan Kombes Hadi Winarno dan Profesor Arief Wiliarto dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Sofyan mengatakan, kegiatan penelitian merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan penelitian ini merupakan bagian yang rutin dilaksanakan oleh Akademi Kepolisian dalam rangka Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, Rabu (15/09/2026) di Polres Banjarbaru.

Penelitian tersebut dilaksanakan sejak Senin – Kamis (13-16/9/2026) di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, dengan salah satu lokasi penelitian di Polres Banjarbaru. Hasil sementara penelitian nantinya akan dilaporkan kepada Kapolda Kalimantan Selatan.

Menurut Sofyan, penelitian kali ini mengangkat tema pengembangan kurikulum pendidikan taruna Akademi Kepolisian berbasis kompetensi untuk mewujudkan lulusan Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian pada level perwira lini pertama.

Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut, di antaranya mengidentifikasi profil kompetensi lulusan Akpol yang dibutuhkan satuan kewilayahan.

Selain iotu juga untuk menganalisis tantangan tugas perwira lini pertama, mengevaluasi kesesuaian kurikulum yang saat ini diterapkan, serta merumuskan desain pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, aplikatif dan berbasis kompetensi.

“Harapannya, penelitian ini bisa memberikan masukan kepada lembaga tentang pembuatan kurikulum berbasis kompetensi,” katanya.

Sofyan juga mengatakan bahwa Kurikulum Akpol terus mengalami perkembangan, dalam penelitian tersebut, tim juga melihat perkembangan kurikulum pendidikan Akpol dari waktu ke waktu.

Sofyan menjelaskan, pola pendidikan Akpol pernah mengalami sejumlah perubahan, mulai dari masa pendidikan empat tahun, kemudian pernah tiga tahun ditambah satu tahun pendidikan pasis, hingga perubahan terkait latar belakang pendidikan peserta didik.

“Akpol merupakan perguruan tinggi terapan yang menitikberatkan pendidikan pada keterampilan dan profesi. Akpol ini adalah perguruan tinggi terapan, di mana 70 persen adalah keterampilan profesi dan 30 persen teori,” jelasnya.

Sofyan juga menyampaikan bahwa pada awal tahun telah dilakukan sinkronisasi pola kurikulum antara STIK dan Akpol. Dari hasil sinkronisasi tersebut, pendidikan Akpol tetap diarahkan sebagai program Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian.

“Lulusan Akpol nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di STIK melalui jalur S2. Sementara untuk jenjang S1, sumbernya dapat berasal dari masyarakat umum maupun anggota Polri dari jalur bintara,”ujarnya.

Sementara itu Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febri Aceng Loda menyambut baik dan bangga karena Polres Banjarbaru menjadi salah satu obyek penelitian.

“Tentu kami sangat berterimakasih dan bangga, petinggi Akpol melakukan penelitian di sini. Kami akan memberikan yang terbaik terutama data yang diperlukan,”jelasnya.

Pius juga berharap penelitian di Polres Banjarbaru memberikan gambaran mengenai kebutuhan kompetensi perwira di satuan kewilayahan, sehingga pengembangan kurikulum Akpol ke depan semakin selaras dengan tantangan tugas kepolisian di lapangan.

“Semoga hasil dari penelitian di Polres Banjarbaru bisa memberikan perubahan untuk Akpol kedepan,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog