NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Mia Melinda (28) satu diantara korban selamat dari tragedi tenggelamnya KM Virgo 8 Transport di perairan Laut Jawa, masih di rawat di RS TNI AU Lanud Syamsudin Noor Kota Banjarbaru dilaporkan makin membaik.
Perempuan asal Kendal, Jawa Tengah tersebut salah satu penumpang yang dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin HR 3601 milik Basarnas dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor pada Senin (14/9/2026) pukul 14.00 Wita.
Dari informasi yanmg didapat, korban sempat terselamatkan oleh kapal tunda (tugboat) yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, kondisinya sudah mendingan dan jauh lebih enakan. Sekarang sudah ada suami yang mendampingi,” ujar Mia saat ditemui di rumah sakit.
Mia mengatakan kalau dirinya bekerja sebagai kru musik di atas kapal tersebut, sempat bercerita kesaksian pilunya saat kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mulai dihantam cuaca buruk.
“Dari awal perjalanan terasa sudah tidak enak. Kapal berbunyi gelotak-gelotak sepanjang jalan dan ombak sangat besar. Harusnya malam itu saya tampil (perform), tapi batal karena badan merasa kurang sehat sekitar pukul 22.00 WIB,” ungkap Mia.
Ia menambahkan, pukul 23.00 WIB, posisi kapal mulai tidak stabil, koridor jalan di dalam kapal terasa menanjak karena posisi badan kapal yang perlahan miring.
Kepanikan puncak terjadi saat tengah malam. Sejumlah kru kapal dari dek bawah berlarian ke lantai atas menyuarakan peringatan agar penumpang tidak tidur karena kapal semakin miring.
“Saya sangat kaget saat kapal makin miring, saya sempat menghubungi suami dan bilang, “Pak, kapalnya miring, saya takut”. Setelah itu suami telepon terus, tapi tidak sempat saya jawab karena fokus mencari alat keselamatan,” tutur Mia.
Ia cerita, meski belum sepenuhnya menghafal jalur evakuasi kapal, Mia nekat berlari dan memanjat ke dek paling atas.
“Posisi kapal sudah miring sekali. Saya bertahan di railing (pagar) kapal atas, lalu nekat melompat tepat saat kapal terbalik penuh. Kepala saya sempat bentur besi-besi kapal. Kalau tidak nekat lompat, mungkin saya sudah ikut tenggelam ke bawah,” jelasnya.
Usai melompat ke laut dengan berbekal jaket pelampung, Mia terlempar jauh dari badan kapal sehingga terhindar dari isapan pusaran air saat kapal tenggelam.
“Entahlah, saya terombang-ambing di laut lepas sejak tengah malam hingga pukul 05.00 Wita saat kapal tunda (tugboat) dan tongkang datang memberikan pertolongan pertama,” ucapnya.
Berbeda dari korban selamat lainnya yang dapat berpindah ke kapal pertolongan lain (Kapal Haida), dirinya harus menunggu penanganan khusus tim SAR di atas tongkang karena mengalami luka lebam parah pada bagian kaki.
“Kaki saya lebam berat jadi tidak bisa memanjat tangga kapal. Akhirnya petugas meminta saya menunggu evakuasi Basarnas menggunakan tandu,” tutupnya.
Untuk diketahui hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di area perairan Laut Jawa untuk mencari korban lain yang belum ditemukan.(nw)
