Aparatur Desa di Banjar Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Cakupan Kades dan BPD Sudah 100 Persen

Aparat Desa Kabupaten Banjar tercover BPJS Ketenagakerjaan (Foto : ilustrasi/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi aparatur pemerintah desa dan unsur kelembagaan desa.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari menjelaskan, pihaknya telah mendaftarkan dua program BPJS Ketenagakerjaan bagi desa, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Sebagaimana fungsi kami di PMD yang membina aparatur pemerintah desa, baik kepala desa, perangkat desa, BPD, staf desa maupun RT dan lembaga kemasyarakatan desa, saat ini sudah kami daftarkan dalam dua program yaitu JKK dan JKM,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk kepala desa, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), cakupan kepesertaan sudah mencapai 100 persen. Begitu pula untuk RT yang telah terdata.

“Kalau untuk desa dan BPD itu sudah 100 persen. Kepala desa dan perangkat desa juga sudah 100 persen. Untuk lembaga kemasyarakatan desa, sementara ini baru RT yang kita daftarkan,” jelas Hafizh.

Saat ini pihaknya masih melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi guna memastikan tidak ada aparatur atau kader desa yang belum terdaftar.

“Kami perlu sinkronisasi data desa dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dari situ nanti akan terlihat mana yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan sesuai kewajiban desa. Itu yang akan kita daftarkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, terdapat kemungkinan beberapa kader desa telah lebih dulu didaftarkan melalui Disnakertrans, sehingga perlu pencocokan agar tidak terjadi data ganda.

Terkait iuran, Hafizh menjelaskan besarannya bervariasi menyesuaikan penghasilan masing-masing aparatur.

“Untuk BPD, kalau tidak salah sekitar Rp10 ribu per bulan karena penghasilannya di bawah Rp1 juta. RT juga kurang lebih sama. Dan seluruh iuran tersebut dibayarkan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Banjar berharap seluruh aparatur dan unsur kelembagaan desa mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)