Bangun Keseimbangan Hidup dan Angkat Potensi Pangan Lokal, Komunitas Networking Across Borders Gelar Ruang Berbagi

17 Juni 2026
Peserta diskusi melakukan foto bersama dengan nara sumber dan ketuya pelaksana seusai kegiatan. (Foto ; Panitia/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, TANGERANG – Mengusung semangat kolaborasi lintas batas dan penguatan kesejahteraan masyarakat secara holistik, jaringan komunitas Networking Across Borders bekerja sama dengan MeRayakan Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan sesi berbagi inspirasi (sharing session) di Area Resto, Puri Saras, Kota Tangerang Selatan, pada hari Selasa (16/06/2026).

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, praktisi, serta pegiat komunitas lokal yang antusias memperluas jejaring sekaligus mendalami dua pilar isu krusial: kesehatan menyeluruh (wellness) dan kedaulatan pangan berbasis komoditas lokal.

Sesi diskusi interaktif ini dipandu oleh dua host utama, yaitu Dr. Nishal Dillon, seorang praktisi medis yang aktif dalam edukasi gizi masyarakat serta pendekatan tata kelola holistik (ESG), bersama Yana Arsyadi Leiper, pendiri Yana Arsyadi Consulting sekaligus inisiator MeRayakan Indonesia.

~ Advertisements ~

Keduanya membawa jalannya diskusi dalam koridor pengembangan enam dimensi kesejahteraan holistik: Wellbeing, Wellness, Welfare, Wisdom, Wealth, dan Worldliness.

Pendiri Merayakan Indonesia Yana Arsyadi mengatakan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat termasik anggota komunitas.

“Komunitas ini latar belakang anggotanya dari berbagai disiplin ilmu, jadi diskusi yang kami lakukan sangat berwarna. Komuniutas ini juga mempunyai kegiatan rutin diberbagai daerah dengan nama kegiatan Merayakan Indonesia,”jelasnya.

Sebagai narasumber pertama, Sulung Raspati (Praktisi Senior Pengembangan SDM & Organisasi serta Ketua Harian Asosiasi Human Capital Industri) memaparkan materi penting bertajuk “Wellness : Perjalanan Menuju Keseimbangan Hidup”.

“Kesehatan mental, fisik, sosial, dan pemaknaan hidup merupakan fondasi utama dalam menciptakan individu serta ekosistem kerja yang tangguh (resilien),” ujarnya.

Pada sesi kedua, diskusi beralih ke strategi penguatan ketahanan pangan bersama Hindah J. Muaris, seorang pakar kulinologi, konsultan pangan, dan penulis lebih dari 100 buku pangan nasional, membawa topik “Sentuhan Lokal pada Produk Bakeri (Studi Kasus: Potensi Ubi Ungu)”.

Hindah menjabarkan bagaimana pendekatan kulinologi mampu menjembatani pemanfaatan bahan pangan lokal ke dalam industri modern.

“Inovasi penggunaan komoditas lokal seperti ubi ungu diharapkan mampu menjadi solusi praktis bagi ketahanan ekonomi, pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas pangan bangsa,” terangnya.

Selain menjadi ruang edukasi yang inklusif, kegiatan ini juga membawa misi sosial yang nyata, seluruh kontribusi dari para peserta yang hadir akan disalurkan secara transparan guna mendukung program revitalisasi Puri Saras agar dapat berfungsi maksimal sebagai Pusat Komunitas, Budaya, serta Wellness Center di wilayah Tangerang Selatan.

Rangkaian acara ini ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen sinergi berkelanjutan dari segenap panitia penyelenggara dan pendukung acara termasuk Ajeng Hanjani Putri, Febby Noer, Rihaya Syukur, dan Pungky Yudieaty. Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir aksi-aksi nyata berikutnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.(nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog