NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar hingga kini belum juga surut. Kondisi yang telah berlangsung sejak pertengahan Desember ini memicu keresahan warga, terutama karena mulai muncul gangguan kesehatan seperti penyakit kulit akibat terlalu lama terendam air banjir.
Salah satu warga terdampak, Komariah, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya bukanlah kejadian baru. Namun kali ini, durasi genangan yang cukup lama membuat aktivitas warga semakin terganggu.
“Sudah setiap tahun kami mengalami banjir seperti ini. Tapi sekarang airnya lama surut, jadi kami terus-terusan terendam air banjir,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Ia mengaku, kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatannya. Kulit kakinya mulai mengalami gangguan karena setiap hari terendam air banjir yang kotor.

“Kaki saya ini sudah mulai kena penyakit kulit seperti kutu air, karena selalu terendam air banjir yang kotor,” keluh Komariah.
Selain masalah kesehatan, Komariah juga menyampaikan, bantuan yang diterima warga belum merata. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, khususnya untuk warga lanjut usia dan keluarga yang terdampak cukup parah.
“Harapannya ada perhatian dari pemerintah. Kalau banjirnya lama begini, kami benar-benar kesulitan,” katanya.
Sekretaris Desa Teluk Selong Ulu, Bahrul Ilmi menjelaskan, banjir di wilayahnya mulai terjadi sejak 13 Desember 2025 dan hingga kini masih menggenangi sebagian besar desa.
“Untuk ketinggian air di jalan kurang lebih sekitar 50 sentimeter. Hampir seluruh rumah warga terdampak,” jelasnya.
Bahrul menyebutkan, dari data sementara terdapat 286 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai 385 kepala keluarga (KK).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi seadanya.
“Belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah, meskipun aktivitas jelas terganggu,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan meski kantor desa turut terendam banjir.
“Pelayanan tetap kami upayakan berjalan, kadang lewat rumah atau secara pribadi jika ada keperluan mendesak,” katanya.
Bahrul menyebutkan, terkait bantuan telah disalurkan, termasuk layanan kesehatan. “Kemarin sudah ada dari puskesmas dan dinas kesehatan yang turun, membagikan salep dan obat-obatan untuk warga,” ungkapnya.
Namun dengan banjir yang tak kunjung surut, warga berharap ada penanganan lanjutan, baik dari sisi bantuan logistik, layanan kesehatan maupun solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang hampir setiap tahun melanda desa mereka. (nw)
