Diskusi dengan Mahasiswa, Anies: Nasib Guru Honorer Lebih Penting Daripada IKN

7 Desember 2023
Anies saat ditanya rekan-rekan pers seusai kegiatan 'Desak Anies', bertempat di Wetland Square, Banjarmasin (5/12). (Foto: Fahmi/Newsway.id)

NEWSWAY.ID BANJARMASIN Forum diskusi antara Anies bersama ratusan pemuda yang mayoritasnya mahasiswa disajikan dalam acara yang berjudul ‘Desak Anies’, dalam kesempatan tersebut, salah satu mahasiswa bernama Sunir menanyakan tentang IKN (Ibu Kota Nusantara).

Kemudian Capres nomor urut 1 itu pun menjawab Indonesia memiliki masalah-masalah darurat yang perlu segera ditangani, oleh karena itu dana ratusan triliun untuk IKN sebaiknya digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang lebih penting.

“Ada anggaran empat ratus sekian triliun, mau dipakai untuk satu titik yang dimanfaatkan oleh aparat pemerintah, disaat rakyat kita hari ini membutuhkan tambahan puskesmas, sekolah, jadi bukan soal IKN nya, ini anggaran kita mau dipakai untuk apa sekarang, hari ini kita masih punya PR banyak, yang pada waktu sekarang urgent untuk diselesaikan,” tegas Anies.

Lalu Anies mengutarakan nasib guru honorer yang saat ini tidak bisa diangkat karena dana yang tidak mencukupi.

“Guru honorer kita belum diangkat karena anggarannya kurang, kenapa anggaran itu tidak dipakai untuk mengangkat guru-guru honorer kita,” sambungnya.

Perwakilan Ikatan Mahasiswa Banjarmasin, Nur Aini, turut menanyakan perihal pendidikan, menurutnya sebagai mahasiswa di bidang pendidikan, banyak orang yang enggan jadi guru dikarenakan gaji yang tidak sesuai.

“Gaji atau honorer yang ada di Indonesia itu mungkin tidak sesuai dengan rata-rata, bagaimana bapak menghadapi tentang gaji honorer yang sudah bertahun-tahun lamanya pendidikan di Indonesia mungkin akan mengalami ketertinggalan di banding negara lain,” tanya Aini.

Anies mengatakan akan ada proses pengangkatan sehingga ada kejelasan mengenai gaji para honorer.

“Akan dilakukan proses untuk mereka bisa diangkat sehingga mereka memiliki gaji yang jelas, ketika berbicara tentang pengangkatan ada proses, tidak mungkin bisa diangkat semua dalam satu tahun,” kata Anies.

Dia menambahkan kesejahteraan guru di Indonesia terbilang sangat terbatas, menurutnya jika ingin pendidikan maju maka guru harus diberikan penghargaan yang sesuai.

“Kita bilang ingin pendidikan Indonesia maju, bagaimana kita berharap itu maju kalau kita tidak mau memberikan penghargaan yang layak supaya guru tenang di rumah, dia tidak perlu mencari sampingan-sampingan karena sebagai guru dia bisa konsentrasi untuk mendidik, kebutuhannya terpenuhi,” bebernya.

Terakhir Anies menyoroti tentang adanya ketimpangan kebijakan antara sekolah swasta dan negeri, bagi dia, swasta juga berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Mereka yang berada di swasta harus mendapatkan bantuan juga dari pemerintah supaya swasta juga maju karena salah satu ketidakadilan yang sekarang kita lihat ketidakadilan kebijakan antara negeri dan swasta seakan-akan swasta itu tidak mendidik anak-anak Indonesia,” Jelas Anies.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)