NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Seorang pria bernama Halikurrahman (51) ditemukan meninggal dunia di kamar Rusun ASN PUPR Banjarbaru, pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 11.00 WITA. Korban, yang diketahui berasal dari Samarinda, diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.


Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua rekan korban, Andri Anwar (49) dan Rudi Santoso Pamuncak (54), yang merasa curiga karena korban tidak keluar kamar sejak pagi hari. Menurut keterangan saksi, sehari sebelumnya Halikurrahman mengeluh sakit dada dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit meskipun sudah ditawarkan oleh rekan-rekannya.
“Korban sempat tertidur di pos jaga setelah mengeluh sakit. Kami membantunya dengan mengerok punggungnya, tapi dia menolak dibawa ke rumah sakit,” terang Aipda Aulia Rahman, Kaur Inafis Polres Banjarbaru.


Aipda Aulia Rahman menambahkan, pada pagi harinya, para saksi mencoba membangunkan korban untuk mengambil jatah makan, namun tidak ada respons. Rudi Santoso Pamuncak bersama saksi lain, Patmo Suryo Wiharto (48), kemudian memutuskan untuk mengecek langsung ke kamar korban.
“Saksi menggedor pintu, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya, saksi masuk melalui balkon dan menemukan korban sudah tergeletak kaku di lantai,” jelas Aipda Aulia Rahman.


Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Sat Reskrim Polres Banjarbaru segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, tim identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Adapun temuan di TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan dalam posisi telentang dengan bibir membiru dan cairan keluar dari mulut serta alat kelamin. Di samping tubuhnya, ditemukan berbagai macam obat-obatan dan resep dokter yang mengindikasikan korban menderita penyakit darah tinggi, yang berpotensi mengarah pada penyakit jantung.


Berdasarkan keterangan saksi, hasil olah TKP, dan hasil visum luar dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, polisi menyimpulkan bahwa Halikurrahman meninggal dunia secara wajar, diduga karena sakit jantung. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak menuntut penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian dibawa ke Samarinda untuk dimakamkan.(nw)