FAJI Kalsel Bersama Pegiat Lingkungan Salurkan Bantuan dan Edukasi Banjir ke Warga Murung Mesjid dan Kampung Jawa

1 Januari 2026
Faji Kalsel dan rekan-rekan penggiat lingkungan lakukan aksi sosial untuk warga terdampak banjir (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Desa Murung Mesjid dan kawasan Kampung Jawa, Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dilakukan bersama pengiat lingkungan Mapala Piranha Universitas Lambung Mangkurat (ULM), KPA-P, serta rekan-rekan media.

Ketua FAJI Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas komunitas dalam merespons bencana banjir yang terus berulang di wilayah Kabupaten Banjar.

“Hari ini kami dari FAJI Kalsel bersama penggiat lingkungan dan rekan media berkolaborasi untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Ini adalah bentuk kepedulian sekaligus sinergi dalam penanganan kebencanaan,” ucapnya, Kamis (1/01/2026).

~ Advertisements ~

FAJI Kalsel menyalurkan sebanyak 100 paket bantuan berisi kebutuhan pokok, di antaranya beras, telur, mie instan, susu, kecap manis, minyak goreng, serta air mineral. Bantuan diserahkan langsung kepada warga di dua titik terdampak banjir.

Bandi menyebut, kondisi warga saat ini cukup memprihatinkan, mengingat banjir yang terjadi merupakan kejadian berulang.

Menurutnya, penanganan banjir tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga perlu dibarengi dengan edukasi lingkungan dan mitigasi kebencanaan.

“Kami prihatin dengan kondisi masyarakat. Banjir ini terus berulang, sehingga perlu edukasi lingkungan dan mitigasi agar dampaknya bisa ditekan,” katanya.

Ia menegaskan, pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan perusahaan melalui program CSR, untuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir.

“Kalau melihat kedepan, bahkan sampai 20 tahun mendatang, perlu ada perencanaan relokasi atau pembangunan rumah panggung. Ini butuh kepedulian dan peran semua stakeholder,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan, FAJI Kalsel juga berencana melakukan pendataan lanjutan terkait kebutuhan mendesak warga, seperti perlengkapan bayi, suplemen kesehatan, serta alat kebersihan. Bahkan, FAJI Kalsel menggagas konsep dapur berjalan agar bantuan makanan bisa langsung dimasak dan dinikmati warga di lokasi terdampak.

Salah seorang warga Desa Murung Mesjid, Hakimah, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Ia mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan kejadian keempat dalam satu bulan terakhir.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Kurang lebih sudah setengah bulan banjir, dan ini sudah empat kali air masuk ke rumah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, banjir kali ini terasa berbeda karena terjadi bertepatan dengan momen pergantian tahun.

“Baru kali ini tahun baru banjir sampai masuk ke rumah. Biasanya tidak separah ini,” katanya.

Hakimah berharap perhatian pemerintah dan kepedulian berbagai pihak terhadap warga terdampak banjir dapat terus berlanjut.

“Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang kebanjiran, dan semoga makin banyak yang tergerak untuk membantu,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina Mapala Piranha ULM, M. Ihsanul Hakim, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan sebagai bentuk empati kepada warga terdampak.

“Kami melihat langsung banyak rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan. Semoga aksi sosial ini bisa meringankan beban masyarakat dan menumbuhkan empati pihak-pihak yang memiliki rezeki lebih,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog