NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan memulai penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bandang sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi, Expose Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor BPBD Balangan, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, dunia usaha, hingga unsur masyarakat. Melalui forum tersebut, peserta bersama-sama mengidentifikasi potensi ancaman, kapasitas daerah, serta menyusun skenario penanganan banjir bandang yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Balangan.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Balangan, Rizky Rahmatillah, menjelaskan bahwa sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh pihak mengenai pentingnya dokumen Rencana Kontingensi sebagai pedoman operasional saat terjadi keadaan darurat.

“Expose KAK memaparkan tujuan, sasaran, metodologi, tahapan, serta target penyusunan dokumen. Sementara FGD Tahapan Awal difokuskan untuk menggali data, potensi ancaman, kapasitas, dan skenario banjir bandang yang pernah terjadi di Balangan, khususnya pasca kejadian Desember 2025,” ujarnya.
Menurut Rizky, penyusunan dokumen ini juga menjadi tindak lanjut dari evaluasi bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi pada 27 Desember 2025. Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan yang komprehensif, mulai dari sistem peringatan dini, alur komando, pembagian tugas, jalur evakuasi, hingga mekanisme pemulihan pascabencana.
“Dengan adanya Rencana Kontingensi, diharapkan respons saat kejadian menjadi lebih cepat, terkoordinasi, dan meminimalkan dampak terhadap jiwa serta harta benda masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan penyusunan dokumen sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar rencana yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Rencana Kontingensi yang baik lahir dari keterlibatan semua pihak. Melalui sosialisasi dan FGD hari ini, kami ingin memastikan dokumen yang disusun benar-benar sesuai kondisi Balangan dan bisa diimplementasikan saat dibutuhkan,” tegasnya.
Setelah tahap awal ini, BPBD Balangan akan melanjutkan proses penyusunan melalui pengumpulan data teknis, analisis kerentanan, penyusunan skenario penanganan, hingga pelaksanaan simulasi lapangan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan Kabupaten Balangan menghadapi ancaman banjir bandang.(nw)
Reporter : M Nasrullah
