NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan konvergensi stunting guna memperkuat strategi percepatan penurunan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Ekspose Awal Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting dalam Menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Pulang Pisau yang dibuka Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta di Aula Bapperida, Kamis (25/6/2026).
Kepala Bapperida Pulang Pisau, Bakhzar Efendi, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi tahapan awal dalam menyamakan persepsi, metode pelaksanaan, serta kebutuhan data yang akan digunakan selama proses kajian berlangsung.

Menurutnya, stunting masih menjadi prioritas pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Sementara itu, prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau berdasarkan data SSGI/SKI tahun 2024 tercatat sebesar 27,9 persen.
“Karena itu diperlukan evaluasi yang komprehensif agar seluruh program dan intervensi yang telah dijalankan dapat diketahui tingkat efektivitasnya sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan,” ujar Bakhzar.
Kajian tersebut dilaksanakan selama 90 hari kalender, mulai Mei hingga Juli 2026, melalui kerja sama dengan Lembaga Insan Cita Development. Fokus utama kajian adalah mengukur efektivitas konvergensi intervensi gizi spesifik dan sensitif serta mengidentifikasi berbagai hambatan koordinasi antar perangkat daerah.
Dalam pelaksanaannya, tim kajian akan melakukan pengumpulan data di tiga zona wilayah yang memiliki karakteristik berbeda, yakni zona utara yang didominasi kawasan pertanian dan transmigrasi, zona tengah yang berada di wilayah pinggiran sungai, serta zona selatan yang merupakan kawasan pesisir dan gambut ekstrem.
Hasil kajian nantinya akan dituangkan dalam bentuk dokumen rekomendasi dan policy brief yang dapat menjadi acuan penyusunan RKPD serta dasar pengambilan kebijakan dan pengalokasian anggaran daerah.
Melalui kajian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap dapat menghasilkan model penanganan stunting yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah sehingga upaya penurunan prevalensi stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (nw)
Reporter : Winda
