Kasus ISPA Dampak Karhutla di Kotabaru Meningkat, Dinkes Terapkan Pelaporan Harian dan Suplai Masker

by
22 Oktober 2026
Kordinator Pengendalian Penyakit Menular Ardiansyah. (Foto: ist)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta paparan kabut asap mulai memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotabaru. Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru mencatat tren kenaikan kasus mulai terasa signifikan sejak bulan Agustus lalu.

Plt. Kepala Dinkes Kotabaru Muhammad Ukas, melalui Kordinator Pengendalian Penyakit Menular Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa grafik kenaikan kasus ISPA di Bumi Saijaan berbanding lurus dengan kemunculan titik api Karhutla di wilayah setempat.

“Memang ada tren peningkatan kasus ISPA secara keseluruhan, terutama sejak Agustus dan berlanjut hingga September kemarin saat kabut asap sempat mempekat. Tren peningkatan ISPA ini berbanding lurus dengan intensitas kebakaran lahan. Meski begitu, secara peringkat kasus di Kalimantan Selatan, Kotabaru masih berada di bawah 10 besar dan angkanya relatif masih terkendali,” ujar Ardiansyah.

Berdasarkan data rekapitulasi Dinkes Kotabaru, dari total kasus yang ada, kelompok usia dewasa menjadi penderita terbanyak karena mendominasi aktivitas dan pekerjaan di luar ruangan. Disusul kemudian oleh kelompok usia anak sekolah dan balita.

Rincian data per September 2026 menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa mendominasi jumlah penderita ISPA. Dari total 3.087 kasus di bulan September, kelompok dewasa mencatatkan angka tertinggi yakni 1.325 kasus (11 kasus Pneumonia dan 1.314 kasus ISPA Bukan Pneumonia). Sementara itu, kelompok balita tercatat sebanyak 693 kasus, anak-anak 454 kasus, remaja 398 kasus, dan kelompok lansia sebanyak 217 kasus.

“Kelompok usia dewasa paling mendominasi karena mereka memiliki mobilitas tinggi dan paling banyak beraktivitas di luar ruangan sehingga terpapar langsung oleh debu serta kabut asap,” jelas Ardiansyah.

Guna mengantisipasi lonjakan kasus yang lebih luas, Dinkes Kotabaru telah mengambil sejumlah langkah taktis. Salah satunya adalah memperketat sistem surveilans dengan menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk melaporkan data kunjungan pasien ISPA secara harian paling lambat pukul 16.00 WITA.

“Sistem pelaporan ISPA dari seluruh Puskesmas kini kita perbarui setiap hari untuk diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel. Selain itu, ketersediaan logistik obat-obatan, peralatan medis, dan masker di fasilitas kesehatan dipastikan dalam kondisi siap dan aman,” terangnya.

Ardiansyah menambahkan, begitu terjadi insiden kebakaran lahan di suatu wilayah seperti kasus kebakaran lahan di kawasan Bakau baru-baru ini tim Dinkes langsung menerjunkan bantuan masker ke lokasi untuk meminimalkan dampak paparan asap bagi warga sekitar maupun petugas.

Di akhir keterangannya, Dinkes Kotabaru mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat selama musim kemarau. Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, konsisten menggunakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala keluhan pernapasan.(nw)

Reporter: Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog