Monitoring Excavator Amphibi, Bupati HST Berharap Alat Berat Ini Dapat Atasi Masalah Sungai

8 November 2023
Alat berat yang dibeli oleh pemerintah kabupaten untuk melakukan pembersihan pahiliran sungai di kabupaten HST. (Foto: Ramli/Newsway.id)

NEWSWAY.ID, BARABAI – Memastikan penggunaan alat berat Excavator Amphibi, Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Syahidin, lakukan monitoring kali ini ke desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Senin (6/11/2023) siang.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah membeli dua unit Excavator Amphibi melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ukuran 8 ton dan 20 ton.

Pengadaan dua unit Excavator Amphibi ini merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mengatasi permasalahan sungai yang selama ini belum bisa dituntaskan, yakni adanya tumpukan sampah kayu yang hanyut terbawa arus banjir hingga menumpuk di bagian hilir sungai, terutama pada wilayah di bagian hilir sungai Barabai dan Sungai Batang Alai.

Alat berat tersebut sementara difungsikan untuk melakukan pengerukan dan pembersihan sungai, excavator dengan berat 20 ton di desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara, dan excavator dengan berat 8 ton di desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan.

Alat berat Excavator Amphibi dengan berat 20 ton tersebut saat ini difungsikan untuk melakukan pengerukan dan pembersihan daerah aliran Sungai Awang Kandangan di desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).

Bupati HST Aulia Oktafiandi mengatakan, setelah melakukan monitoring kerja excavator Amphibi di desa Kayu Rabah, kali ini kami monitoring kerja excavator amphibi di desa Pahalatan.

“Tujuan kita untuk mengetahui sejauh mana proses pengerukan daerah aliran Sungai awang kandangan, sehigga hasilnya nanti diharapkan bila terjadi banjir desa Pahalatan tidak sampai terendam,” ungkap Bupati.

Ia berharap, dengan usaha yang dilakukan pemerintah ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Pahalatan agar tidak terjadi banjir lagi.

“Mudah-mudahan usaha kita bersama ini betul-betul bisa bermanfaat khusus bagi warga desa Pahalatan supaya jangan terendam lagi desanya,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Syahidin mengatakan, dengan menggunakan alat berat tersebut akan mempermudah dalam pembersihan sungai, terutama untuk sungai yang lebar seperti sungai Barabai dan Sungai Batang Alai.

“Upaya ini diharapkan dapat mempercepat aliran sungai dan mengurangi genangan akibat banjir,” tutup Syahidin.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)