Pemuda Asal Sulawesi yang Berhalusinasi Tinggi Diamankan Dinsos Saat Terlantar di Liang Anggang

26 Juni 2026
Gerindra (tengah) saat diterima pihak Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarbaru, didamping Kapolsek Liang Anggang. (Foto : Dinsos/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Dinas Sosial Kota Banjarbaru menangani seorang pemuda asal Sulawesi Selatan yang ditemukan terlantar di kawasan pangkalan travel Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pekan lalu.

Pemuda tersebut diketahui bernama Gerindra Ne Yulianra, warga Barat Onto, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Korban Penyalahgunaan NAPZA dan Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Wida Dewayana, menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh, Gerindra berangkat dari Sulawesi dan sempat menumpang travel dari Batulicin dengan tujuan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

~ Advertisements ~

Namun dalam perjalanan, yang bersangkutan tidak bersedia turun di lokasi tujuan dan terus mengikuti perjalanan kendaraan travel hingga akhirnya diturunkan di kawasan Liang Anggang.

“Yang bersangkutan kemudian ditemukan di travel Kilometer 21 Liang Anggang dan selanjutnya dilakukan penanganan oleh Dinas Sosial Kota Banjarbaru. Saat evakuasi kamo bekerjasama dengan Polsek Liang Anggng karena kondisi yang bersangkutan tidak stabil,” ujar Wida.

Saat ini Dinas Sosial telah berkoordinasi dan menghubungi pihak keluarga di Sulawesi Selatan. Keluarga dikabarkan siap datang ke Banjarbaru untuk menjemput yang bersangkutan.

Selama menunggu proses penjemputan, Gerindra ditempatkan dalam pengawasan Dinas Sosial dan kebutuhan dasarnya tetap dipenuhi.

“Kami tetap memberikan pelayanan berupa makan dan minum selama yang bersangkutan berada dalam penanganan Dinas Sosial hingga dijemput keluarga,” katanya.

Wida menjelaskan, secara fisik kondisi Gerindra dalam keadaan sehat. Namun, dari hasil pengamatan petugas, yang bersangkutan menunjukkan gejala gangguan mental dengan tingkat halusinasi yang cukup tinggi.

“Secara fisik sehat, tetapi kondisi mentalnya masih perlu perhatian karena halusinasinya cukup tinggi, bahkan terkadang berteriak-teriak,” jelasnya.

Dinas Sosial terus memantau perkembangan kondisi Gerindra sambil menunggu kedatangan keluarga. Apabila proses penjemputan berlangsung lama dan kondisi kejiwaannya tidak menunjukkan perubahan, Dinas Sosial mempertimbangkan untuk merekomendasikan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

“Kami akan melihat perkembangan kondisinya. Jika halusinasinya tidak membaik dan keluarga belum bisa segera menjemput, ada kemungkinan kami merekomendasikan penanganan di RSJ Sambang Lihum agar mendapatkan perawatan yang lebih tepat,” pungkas Wida.*(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog