NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Dalam ranbgka memperingati Hari Tari se-Dunia tahun 2024, seorang seniman Banyumas yang juga ketua Komite Ekonomi Kreatif, Riyanto menggelar 24 Jam Menari, dalam tajuk “Banyumas Ngibing” pada Sabtu-Minggu (2-3/05/2026).
Dalam gelaran tersebut berhasil menyedot ribuan penonton lokal di tiga titik yang dijadikan ruang pertunjukan, berkat banyaknya masyarakat yang hadir para UMKM setempat juga mendapatkan bagian rejeki dari berjualan.
Pengaggas event, Rianto mengatakan, Banyumas Ngibing tahun kedua ini berbeda dari tahun sebelumnya, selain penuh dengan pertunjukkan tari, ajang tersebut juga diikuti pelukis Banyumas dan dari Purbalingga, ia berharap kedepan bisa masuk dikalender Event Kharisma Nusantara 2027.

“Ini menjadi salah satu ikon event yang ada di Kota Lama Banyumas untuk memperkenalkan wisata Kota Lama Banyumas. Ada Pendopo, Museum Taman Sari, ada jalan Mruyung yang menjadi potensi besar untuk Banyumas Kota Lama. Karena itu harus ada event yang bisa mengangkat potensi ini,” katanya, usai pembukaan.
Rianto juga menambahkan, sedikitnya ada seribu penari dari 85 komunitas yang terlibat dalam 150 pertunjukan.
Tidak hanya lokal Banyumas maupun Jawa Tengan namun para penari datang dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Sumenep, Yogkarta, Surakarta, Banyumas Raya serta seniman dari Jepang, Kazakhstan, Belanda dan Jerman.
“Di antara mereka terdapat dua penari 24 jam yaitu Sri Cicik Handayani dari Sumenep, Jawa Timur dan Baltazar Oka Reskir SPd dari Tangerang,” ucapnya.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengakui, event kali ini jauh lebih meriah dari yang pertama, ia berharap, panitia dapat mempersiapkan acara dengan lebih baik dan lebih siap.
“Saya dari dulu kan punya cita-cita seperti ini untuk Kota Banjoemas lama, ini harus dilakukan secara rutin setiap tahun. Kedepan saya yakin animo masyarakat dan wisatawan akan semakin banyak. Cita-cita saya nanti bisa menyaingi Sendratari Ramayana di Prambanan,mapalagi disini sudah ada Jemparingan,” katanya.
Bupati juga mengatakan dengan seringnya diadakan acara secara otomatis mendongkrak pelaku UMKM.
“Event lokal tentu juga akan melibutkan para pelaku UMKM lokal yang berimbas perputaran ekonomi lokal, itu sangat baik sebab kondisi saat ini dituntut negara agar daerah menguatkan ekonomilokal melalui UMKM,” tegasnya.
Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan, I Made Dharma Suteja mengatakan, Banyumas Ngibing sangat menarik dan perlu dikembangkan.
“Banyumas ngibing ini cukup menarik, dengan konsep mengusung empat unsur kebudyaan yaitu pelindungan, pelestarian, pengembangan, kemanfaatan, termasuk juga pembinaan. Kita saksikan para talenta muda yang sudah menari, proses kewarisan saya kira sudah jalan di sini. Kami sepenuhnya mengapresiasi kegiatan ini,pastinya juga selalu mendukung apalagi dilakukan oleh masyarakat lokal yang membuat bernilai tinggi,” ucapnya.(nw)
Reporter : Suho
