Polda Kalsel Resmikan 22 Jembatan Merah Putih, Kapolda : “Semoga Bermanfaat Bagi Masyarakat”

14 Agustus 2026
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby dengan sejuymlah pejabat menandatangani prasasti jembatan,. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan meresmikan 22 jembatan yang tersebar di wilayah Kalsel, termasuk di daerah Gunung Manggis, Kota Banjarbaru. Peresmian dilakukan secara virtual bersama Presiden, Kapolri, dan Kepala Staf Angkatan Darat, Kamis (13/8/2026)

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan, secara keseluruhan Polda Kalsel membangun 61 jembatan sepanjang tahun 2026. Dari jumlah itu, 22 jembatan diresmikan pada hari ini.

“Baik hari ini agenda kita, kita ikut mengikuti Zoom tadi bersama dengan bapak Presiden, bapak Kapolri, bapak Kepala Staf Angkatan Darat, kita meresmikan beberapa jembatan yang telah jadi. Untuk Polda Kalimantan Selatan, kita membangun sebanyak enam puluh satu jembatan dan hari ini ada dua puluh dua jembatan yang kita resmikan,” ujarnya seusai memotong pita.

Kapolda juga membeberkan  kondisi jembatan di Gunung Manggis sebelum dibangun, menurutnya, dulu warga hanya menyeberang menggunakan jembatan kayu yang diikat seadanya.

“Di sini di daerah Gunung Manggis ini merupakan lokasi secara kita resmikan untuk beberapa jembatan lain yang telah selesai,” katanya.

Kapolda juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru yang turut membantu proses pembangunan.

“Alhamdulillah support bantuan dari Ibu Walikota kami bisa laksanakan, kami bisa bangunkan jembatan di sini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian,” ujarnya.

Untuk di wilayah Kalimantan Selatan, Kapolda mengatakan bahwa  jembatan terpanjang berada di wilayah Tanah Laut, tepatnya di daerah Tabanio, peletakan batu pertama juga sudah dilakukan beberapa bulan lalu.

“Untuk yang paling terpanjang di Tanah Laut ya, di daerah Tabanio itu ada beberapa bulan yang lalu juga saya peletakan batu pertama di sana. Di Balangan juga ada. Kemudian di Tabalong juga,” jelasnya.

Menurutnya selama proses pengerjaan tidak ada kendala berarti, pasalnya untuk mengatisipasi kendala, Polda Kalsel berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, serta Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

“Selama pengerjaan ada kendala? Ya sementara ini tidak ada. Kami berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan juga dibantu dari fakultas teknik dari Universitas Lambung Mangkurat.Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Polri untuk mempermudah akses masyarakat di daerah pedesaan dan pelosok di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog